Strategi Komunikasi Da'i Dalam Mempertahankan Puritanisme Beragama (Studi Kasus di Majlis Tafsir Al-Qur'an Surakarta)

Authors

  • Annisa Eka Mardiyah Universitas Pamulang, Tangerang Selatan, Indonesia
  • Fatimatuzahrotul Aini Universitas Pamulang, Tangerang Selatan, Indonesia
  • Atikah Rahmah Universitas Pamulang, Tangerang Selatan, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.55352/an-nashiha.v5i01.1964

Keywords:

strategi komunikasi, da'i, Majlis Tafsir Al-Qur'an

Abstract

Majelis Tafsir Al-Qur’an (MTA) Surakarta adalah lembaga dakwah, pendidikan dan sosial yang berdiri sejak tahun 1970. Saat ini, Majlis Tafsir Al-Qur’an memiliki 132 perwakilan dan 471 cabang di Indonesia. Meski mengalami pertumbuhan yang signifikan, MTA juga menghadapi berbagai tantangan, termasuk penolakan dari kalangan sebagian masyarakat yang tidak sejalan dengan paham puritanisme yang dianut MTA. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji strategi komunikasi para da’i MTA dalam mempertahankan paham puritanisme beragama. Penelitian ini menggunakan teori strategi komunikasi dari Anwar Arifin (1994) yang terdapat empat aspek penting dalam dakwah, yakni mengenal khalayak, menyusun pesan, memilih metode dan media yang tepat. Hail penelitian ini menunjukkan bahwa strategi komunikasi da’i di MTA terbukti efektif dalam menjaga eksistensinya. Para da’i menggunakan pendekatan personal, media sosial, serta tafsir yang kontekstual untuk menyampaikan pesan dakwah. Majlis Tafsir Al-Qur’an juga aktif dalam memanfaatkan media massa seperti radio dan televisi guna untuk memperluas jangkauan dakwah. Kesimpulannya, komunikasi yang dibangun seorang da’i berhasil dalam menumbuhkan kepercayaan jamaah dan dapat memperkuat komitmen terhadap nilai-nilai Islam yang diyakini. Penelitian ini menegaskan bahwa strategi komunikasi yang tepat dapat berperan penting dalam mempertahankan paham keagamaan di tengah-tengah perubahan sosial yang dinamis.

References

Affandi, B. (1999). Pembaharu dan Pemurni Islam di Indonesia. Jakarta: Pustaka al-Kautsar.

Ahmad, A. K. (2003). Dasar-dasar Metodologi Penelitian Kualitatif. Makassar: Indobis Media Center.

An-Nabiry, F. B. (2008). Meneliti Jalan Dakwah. Jakarta: Amzah.

Andriyanto, E. (2010). Metodologi Penelitian untuk Public Relation.Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Arifin, A. (1994). Strategi Komunikasi Sebuah Pengantar Ringkas. Bandung: amrico. Berghe,

M. V. (2018). Is Puritanism Still Relevant in Contemporary America Belgia.

Cangara, H. (2014). Pengantar Ilmu Komunikas. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

Changara. (1998). Ilmu Komunikasi. Jakarta: Rejagrafindo Persada.

D, R. B. (2013). Komunikasi dan Perilaku Manusia:Penerjemah Ibnu Hamad. Jakarta: Rajawali Press.

Dewi, F. U. (2018). Kunci Sukses Bicara di Depan Publik Teori dan Praktik Publik Speaking. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Effendy, O. U. (2003). Ilmu, Teori dan Filsafat Komunikasi. Bandung: Citra Aditya Bakti.

Esposito, J. L. (2001). Dunia Islam Modern. Bandung: Mizan Media Utama.

Fadl, K. A. (2006). The Great Theft: Wrestling Islam from Extremists,terj. Helmi Mustafa . Jakarta: Serambi.

Farida, U. (Juni 2015). Islam Pribumi dan Islam Puritan. Jurnal Ilmu Aqidah dan Studi Keagamaan, STAIN Kudus .

Hidayatullah, R. P. (2021). Tesis. In R. P. Hidayatullah, Islam Puritanisme dan Konteks Demokratis di Indonesia (Studi atas Gerakan Dakwah Salafi di Kota Tanjungpinang). Makassar: Universitas Hasanuddin.

Hamidi. (2010). Metode Penelitian dan Teori Komunikasi: Pendekatan Praktis Penulisan Proposal dan Laporan Penelitian. Malang: UMM Press.

Hilman Latief. (2017). Post Puritanisme : pemikiran dan arah baru gerakan Islam modernis / Hilman Latief. Yogyakarta :LP3M Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.

Idahram, S. (2012). Sejarah Berdarah Sekte Salafi Wahabi. Yogyakarta: Pustaka Pesantren.

Ismail, I. (2008). Paradigma Dakwah Sayyid Quthub Rekonstruksi Pemikiran Dakwah Harokah. Jakarta: Penamadani.

Jones, J. G. (2012). Understanding and Managing Organizational Behavior,Pearson Education, Inc. New Jersey.

Nina Permata Sari dkk. (2019). Layanan Konseling Kelompok untuk Meningkatkan Kemampuan Publik Speaking. Yogyakarta: CV Budi Utama.

Rakhmat, D. M. (2009). Komunikasi Antarbudaya Panduan Berkomunikasi dengan Orang-orang Berbeda Budaya. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Rofi’ah, K. Dakwah Jamaah Tabligh & Eksistensinya di Mata Masyarakat. Ponorogo: Stain Press.

Salim, A. (2001). Teori dan Paradigma Penelitian Sosial. Yogyakarta: Tiara Wacana.

Santosa, D. E. (2017). Tesis. Konversi, Resistensi dan Rehabilitasi: Studi tentang Ekspansi Majlis Tafsir Al-Qur’an Surakarta (pp. 14-15). Yogyakarta: UIN Sunan Kalijaga .

Saputra, W. (2011). Pengantar Ilmu Dakwah. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

Shaleh, A. R. (1997). Manajemen Dakwah Islam. Jakarta: PT Bulan Bintang.

Soyomukti, N. (2010). Pengantar Ilmu Komunikasi. Yogyakarta: Ar-Ruz Media.

Sukma, A. (2018). Bukan Speaking Biasa: Publik Speaking Kekinian untuk Anak Zaman Sekarang. Yogyakarta: Laksana.

Subagyo, J. (1991). Metode Penelitian dalam Teori dan Prakteknya. Jakarta: Rineka Cipta.

W, J. C. (2013). Research Design Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif, dan Mixed. Yogyakarta : Pustaka Pelajar.

W.Creswell, J. (1998). Qualitative Inquiry and Research Design: Choosing Among Five Tradition. London: SAGE Publications.

Widiyanto. (2014). Keperawatan komunitas dengan pendekatan praktis. Yogyakarta: Nuha Medika.

Zaenal, M. (2020). Teori-teori Komunikasi. Bandung: Pustaka Setia.

Downloads

Published

2025-12-11

How to Cite

Strategi Komunikasi Da’i Dalam Mempertahankan Puritanisme Beragama (Studi Kasus di Majlis Tafsir Al-Qur’an Surakarta). (2025). AN-NASHIHA Journal of Broadcasting and Islamic Communication Studies, 5(01), 1-9. https://doi.org/10.55352/an-nashiha.v5i01.1964