INTERNALISASI NILAI-NILAI PANCASILA DALAM DAKWAH
DOI:
https://doi.org/10.55352/kpi.v1i1.202Keywords:
Nilai-nilai Pancasila, Dakwah, Era GlobalisasiAbstract
Pancasila adalah kumpulan lima nilai dasar yang menjadi
acuan tingkah laku bangsa Indonesia. Sedangkan dakwah ialah
menyeru kepada manusia untuk berbuat baik dan menjauhi
yang buruk sebagai pangkal tolak kekuatan mengubah
masyarakat dan keadaan yang kurang baik kepada keadaan
yang lebih baik sehingga merupakan suatu pembinaan.
Dakwah pada hakikatnya menyeru kepada manusia untuk
berbuat baik dan menjauhi yang buruk. Namun tantangan
dakwah pada era globalisasi saat ini lebih kompleks dan
beragam. Problematika dakwah yang muncul saat ini adalah
adanya pluralitas bangsa kita yang diiringi kemajuan teknologi
yang sangat pesat. Maka hal yang harus segera
diimplementasikan untuk menghadapi kondisi masyarakat
tersebut yakni dengan mengintegrasikan dan internalisasi
nilai-nilai Pancasila dalam dakwah. Peran dakwah sangat
besar karena dapat mempersatukan, menciptakan ikatan
bersama, mewujudkan solidaritas, baik dalam lingkup kecil
hingga pada lingkup masyarakat secara menyeluruh. Oleh
karena itu, para dai sudah seharusnya memahami secara baik
mengenai nilai-nilai Pancasila, sehingga pada saat kegiatan
dakwah dilakukan, nilai-nilai ini selalu berhasil dimunculkan
dan diilhami dengan baik bahkan diamalkan oleh masyarakat.
References
Amin, Muliaty. Metodologi Dakwah, Makassar: Alauddin University Press, 2013. Aminudin, “Konsep Dasar Dakwah”, dalam Jurnal Al-Munzir, Vol. 9, No. 1, Mei 2016. Anonim, Materi Ajar Mata Kuliah Pendidikan Pancasila, Jakarta: Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, 2013. Anshoriy, HM. Nasruddin. Bangsa Gagal: Mencari Identitas Kebangsaan, Yogyakarta: LKiS, 2008. Aziz, Moh. Ali. Ilmu Dakwah, Jakarta: Kencana, 2017. Budiantoro, Wahyu. “Dakwah di Era Digital”, dimuat dalam Jurnal Komunika, Vol. 11, No. 2, Juli-Desember 2017. Daroeso, B. Dasar dan Konsep Pendidikan Moral Pancasila, Semarang: Aneka Ilmu, 1989. Eksan, Moch. Kiai Kelana, Yogyakarta: LkiS, 2000. Ghozali, Adeng Muchtar. Agama dan Keberagaman, Bandung: Pustaka Setia, 2004. Hafidhuddin, Didin. Dakwah Aktual, Jakarta: Gema Insani Press, 1998. Imampuro, Rachmat. Mengungkap Dakwah K.H. Ahmad Dahlan dan K.H. MTs Hasyim Asy'ari Kalipucang Wetan Welahan Jepara, Semarang: Badan Penerbitan Fakultas Dakwah IAIN Walisongo, t.th. Iriyanto, Ws. Bahan Kuliah Filsafat Ilmu, Semarang: Pascasarjana, 2009. Junus, Mahmud. Kamus Arab-Indonesia, Jakarta: Yayasan Penyelengara Penterjemah Al-Qur’an, 1973. Kattanie, Abdul Hayyie al, Islam dan Pluralitas, Perbedaan dan Kemajemukan dalam Bingkai Persatuan, Jakarta: Gema Insani Press, 1999. Kohleberg, Lawrence. Tahap-tahap Perkembangan Moral, Yogyakarta: Kanisius, 1995. Meer, N. Citizenship, Identity, and The Politics of Multiculturalism: The Rise of Muslim Consciousness, Hampshire: Palgrave Macmillan, 2010. Mulyantoro, Heru. “Quantum Leap Pancasila, Membangun Peradaban Bangsa dengan Karakter Tuhan Yang Maha Esa”, Makalah pada Kongres Pancasila IV di UGM Yogyakarta tanggal 31 Mei-1 Juni 2012. Nisbitt, J. dan P. Aburdene, Megatrends 2000 : Ten New Direction for the 1990’s, disadur oleh Eddy Kuscahyanto, Jakarta: LSIK, 1990. Oesman, Oetojo dan Alfian (Ed.). Pancasila Sebagai Ideologi dalam Berbagai Bidang Kehidupan Bermasyarakat, Berbangsa dan Bernegara, Jakarta: BP7 Pusat, 1990. Rauf, Abdul Kadir Sayid Abd. Dirasah fiy Dakwah al-Islamiyah, Kairo: Dar alThiba’ah al-Mahmadiyah, 1987. Suparta, Munzier dan Harjani Hefni, Metode Dakwah, Jakarta: Kencana, 2003.