NASIONALISME DAN INTEGRASI INDONESIA: NASIONALISME PANCASILA

Penulis

  • Fajrul Falah Institut Pesantren Sunan Drajat
  • Muhyidin Institut Pesantren Sunan Drajat

DOI:

https://doi.org/10.55352/htn.v2i2.1286

Abstrak

Tentu saja semua masyarakat bangsa ini tidak mau dikatakan sebagai orang yang “munafik”, yaitu orang yang mengingkari nilai-nilai yang pernah dicita-citakan, dirumuskan, dan ditegakkan para pendahulu. Dalam hal ini, memperoleh kemerdekaan dan menegakkan harga diri bangsa adalah cita-cita yang pernah diperjuangkan oleh para pendiri bangsa ini. Namun, apa yang terjadi tampaknya cita-cita yang telah terwujud itu sekarang telah diingkari. Sebagian di antara kita telah menjadi orang yang “munafik”, sehingga harga diri kita sebagai suatu bangsa seakan-akan telah hilang dan bahkan senang menjadi bangsa yang “didhalimi dan dijajah”. Dalam rangka mengkritisi perilaku yang selama ini tampak melenceng, artikel ini akan mengajak semua komponen untuk menengok kembali sejarah, sehingga dapat dilihat ternyata betapa luhurnya perjuangan para pendiri bangsa ini karena mereka telah menegakkan nilai-nilai yang luhur yang tampak tercermin dalam Pancasila. Demikian pula, dengan melihat sejarah akan kelihatan, betulkan jiwa nasionalisme sudah tertanam dalam pribadi sebagai bangsa Indonesia, atau ternyata kita hanyalah menjadi orang yang munafik. Kenyataannya banyak dari komponen bangsa ini telah mengingkari nilainilai Pancasila, sehingga sulit untuk dikatakan sebagai golongan yang berjiwa nasionalisme. Betapa tidak, bukankah sebagian masyarakat telah mementingkan dirinya sendiri, misalnya, dengan melakukan praktek korupsi atau melakukan apa ternyata pemerintah bangsa ini tidak mempunyai kekuatan, sehingga membiarkan  dan bahkan memberi kesempatan bangsa lain untuk mendhalimi dan menindas. Butul bahwa penjajahan dalam bentuk fisik sudah enyah dari bangsa ini, akan tetapi bukankah neokolonialisme telah tumbuh yang sebenarnya lebih menyakitkan, karena seolah-oleh bangsa ini tersiksa dalam waktu yang lama dan tidak segera menemukan kesembuhan.

Kata Kunci: Munafik, nasionalisme, neokolonialisme, korupsi, Pancasila, dan sejarah.

Unduhan

Data unduhan tidak tersedia.

Referensi

Abu Farhan, “Menjual Negara”, http://selayar.blogspot.com/2006_04_01_archive.html. Ahmad Azhar Basyir, 1993, Refleksi Atas Persoalan Keislaman; Seputar Filsafat, Hukum, Politik, dan Ekonomi, Bandung:

Mizan. Alfitra Salam, “Biarlah Nasionalisme Keindonesiaan Punah”, http://cdc.eng.ui.ac.id/article/articleview/2495/1/41/ Frank Dhont, 2005, Nasionalisme Baru Intelektual Indonesia Tahun 1920-an, Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. Franz Magnis Suseno, 2001, Kuasa dan Moral, Jakarta: Gramedia.

George Mc Turnan Kahin, 1995, Nasionalisme dan Revolusi di Indonesia, Jakarta: Sinar Harapan. Hans Kohn, (1984), Nasionalisme Arti dan Sejarahnya, Terj. Sumantri Mertodipuro, Jakarta: Erlangga. Kaelan, (1996), Filsafat Pancasila, Yogyakarta: Paradigma.

Kartaprawira, M.D., “Menegakkan Kembali Ideal Nasionalisme Indonesia”, http://www.korwilpdip.org/6EDITORIAL071002.htm. Murbyanto, 2004, Neoliberalisme dan Krisis Ilmu Ekonomi, Yogyakarta: Aditya Media. ”Provinsi’’ Riau: Gagal Berantas Ilegal Loging”, Jumat, 03 Februari 2006, http://www.depdagri.go.id/konten.php?nama=BeritaDaerah&op=detail_be rita_daerah&id=21

Sartono Kartodirdjo, 1999, Pengantar Sejarah Indonesia Baru: Sejarah Pergerakan Nasional dari Kolonialisme Sampai Nasionalisme, Jilid 2. Jakarta: Gramedia. -------------------------, 2003, Multidimensi Pembangunan Bangsa: Etos Nasionalisme dan Negara Kesatuan, Yogyakarta: Kanisius. “Sejarah Nasionalisme dan Perspektif Islam”, http://robbani.wordpress.com/2007/08/01/4/ 20

Suhartono, 2001, Sejarah Pergerakan Nasional: Dari Budi Utomo sampai Proklamasi 1908-1945, Yogyakarta: Balai Pustaka. Sulfikar Amir, “Epistemologi Nasionalisme”, http://kompas.com/kompascetak/0411/03/Bentara/1363295.htm

Sunoto, 2003, Mengenal Filsafat Pancasila: Pendekatan melalui Metafisika, Logika, dan Etika, Yogyakarta: Hanindita. Tardjo Ragil. “Menasionalismekan Kembali Indonesia”. http://www.freelists.org/archives/ppi/08-2005/msg00339.html Taufik Abdullah, (2001), Nasionalisme dan Sejara,. Bandung: Satya Historika. Van Der Kroef, J.M., (1954), Indonesia in The Modern World. Bandung: Masa Baru. Wertheim, W.F., (1999), Masyarakat Indonesia dalam Transisisi: Studi Perubahan Sosial, Yogyakarta: Tiara Wacana.

Diterbitkan

2024-10-31

Cara Mengutip

NASIONALISME DAN INTEGRASI INDONESIA: NASIONALISME PANCASILA. (2024). The Republic : Journal of Constitutional Law, 2(2), 122-135. https://doi.org/10.55352/htn.v2i2.1286