PENGOLAHAN LIMBAH PERTANIAN TONGKOL JAGUNG (MENJADI BRIKET) BERNILAI EKONOMI BAGI MASYARAKAT DESA TEBLURU

Authors

  • Abdullah Hasan Busri Sunan Drajat Islamic Boarding School Institute, Lamongan, Indonesia
  • Muhammad Tengku Sunan Drajat Islamic Boarding School Institute, Lamongan, Indonesia
  • Dewi Wulansari Sunan Drajat Islamic Boarding School Institute, Lamongan, Indonesia
  • Fatiin Khalimatus Zahro Ashari Sunan Drajat Islamic Boarding School Institute, Lamongan, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.55352/ojppm.v2i2.1086

Keywords:

Nilai Ekonomi, Pengolahan Limbah, Tongkol Jagung Menjadi Briket

Abstract

Limbah hasil dari kegiatan Pertanian Masyarakat desa Tebluru Kecamatan Solokuro Kabupaten Lamongan semakin hari semakin menumpuk. Pengelolaan limbah rumah tangga yang semakin hari semakin menumpuk di desa Tebluru ini menjadi focus penting pemerintaah desa Tebluru agar tidak menimbulkan pencemaran lingkungan, alhasil dari beberapa limbah masyarakat desa tebluru dibuang di Tempat Pembuangan Akhir Sampah Desa dan juga ada yang dibakar di tempat pembakaran. Dalam Hal ini mahasiswa Kuliah Kerja Nyata yang berbasis menggunakan metode PAR menemukan terobosan baru dalam mengolah limbah pertanian tongkol jagung menjadi briket yang bernilai ekonomi bagi Masyarakat Desa Tebluru.

The waste resulting from community farming activities in Tebluru Village, Solokuro District, Lamongan Regency is piling up day by day. The management of household waste, which is increasingly accumulating in Tebluru village, is an important focus for the Tebluru village government so as not to cause environmental pollution, as a result, some of the waste of the Tebluru village community is disposed of at the Village Waste Final Disposal Site and some is also burned in an incinerator. In this case, students from the Real Work Lecture based on the PAR method found a new breakthrough in processing corncob agricultural waste into briquettes that have economic value for the Tebluru Village Community.  

Downloads

Download data is not yet available.

References

Achadri, Yanuar, Evert yulianes Hosang, Procula Rudlof Matitaputty, and Christofel John Benhard Sendow. “Potensi Limbah Jagung Hibrida (Zea Mays L) Sebagai Pakan Ternak Di Daerah Dataran Kering Provinsi Nusa Tenggara Timur.” Jurnal Ilmu Nutrisi Dan Teknologi Pakan 19, no. 2 (August 31, 2021): 42–48. https://doi.org/10.29244/jintp.19.2.42-48.

Indriani, Yulia, Sholahudin Ahmed Al Ayubi, Ariya Setiawan, Rahayu Dwi Ningarum, Nurhuda Sukoco, and Moch Danang Wicaksono. “Pelatihan Pemanfaatan Bonggol Jagung Menjadi Jamur Yang Bernilai Ekonomis.” Journal Of Human And Education (JAHE) 4, no. 4 (July 21, 2024): 293–98. https://doi.org/10.31004/jh.v4i4.1255.

Rahmat, Abdul, and Mira Mirnawati. “Model Participation Action Research Dalam Pemberdayaan Masyarakat.” Aksara: Jurnal Ilmu Pendidikan Nonformal 6, no. 1 (January 15, 2020): 62. https://doi.org/10.37905/aksara.6.1.62-71.2020.

Siswadi, Siswadi, and Ahmad Syaifuddin. “Penelitian Tindakan Partisipatif Metode Par (Partisipatory Action Research) Tantangan Dan Peluang Dalam Pemberdayaan Komunitas.” Ummul Qura Jurnal Institut Pesantren Sunan Drajat (INSUD) Lamongan 19, no. 2 (October 30, 2024): 111–25. https://doi.org/10.55352/uq.v19i2.1174.

Widjajanti, Endang. “Penanganan Limbah Laboratorium Kimia.” Yogyakarta: FMIPA UNY, 2009.

Published

2024-12-31

How to Cite

PENGOLAHAN LIMBAH PERTANIAN TONGKOL JAGUNG (MENJADI BRIKET) BERNILAI EKONOMI BAGI MASYARAKAT DESA TEBLURU. (2024). Opportunity Jurnal Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat, 2(2), 146-160. https://doi.org/10.55352/ojppm.v2i2.1086