Signifikansi Peran Perempuan Adat Papua Dalam Upaya Iklim Berkelanjutan
DOI:
https://doi.org/10.55352/josh.v4i02.1894Keywords:
perempuan adat, Papua, iklim berkelanjutanAbstract
Penelitian ini mengkaji peran strategis perempuan adat Papua dalam upaya iklim berkelanjutan, dengan fokus pada kontribusi mereka dalam pelestarian lingkungan, pengelolaan sumber daya alam berbasis kearifan lokal, serta adaptasi terhadap dampak perubahan iklim. Perempuan adat Papua memiliki relasi yang kuat dan spiritual dengan alam, yang tercermin dalam praktik sehari-hari mereka seperti pertanian tradisional, perlindungan hutan, dan konservasi air. Meskipun demikian, kontribusi ini sering terabaikan dalam kebijakan iklim dan pembangunan formal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dan analisis data sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perempuan adat bukan hanya penjaga ekosistem, tetapi juga agen penting dalam menjaga keseimbangan ekologis dan ketahanan komunitas terhadap krisis iklim. Namun, mereka menghadapi tantangan struktural seperti diskriminasi gender, minimnya akses terhadap informasi iklim, dan ketidakhadiran dalam ruang pengambilan keputusan. Penelitian ini menegaskan bahwa pengakuan, perlindungan, dan pelibatan perempuan adat dalam kebijakan iklim adalah kunci dalam mewujudkan pembangunan iklim yang adil, inklusif, dan berkelanjutan.
References
Aïcha Benabed. (2020). Indigenous ecofeminism: Decolonizing the environment and reclaiming the sacred. Environmental Humanities Review, 32(2), 77–95.
Badan Pusat Statistik Provinsi Papua. (2023). Papua dalam angka 2023. https://papua.bps.go.id
Betahita. (2024). Kisah perempuan adat Papua: Hutan, ruang hidup yang kian terancam. Betahita. https://papua.betahita.id/news/detail/6178/kisah-perempuan-adat-papua-hutan-ruang-hidup-yang-kian-terancam.html
Chamim, M., Wulandari Samosir, H. T., Karafir, M. T., Pasapan, E. L., Kalmirah, J., & Retno Putri, H. (2024). Ibu Bumi Papua: Relasi perempuan adat dengan alam di Tanah Papua. Jakarta: WRI Indonesia.
Dagnachew, A. G., Hof, A. F., van Vuuren, D. P., & van Vliet, J. (2021). The role of energy demand reduction in achieving climate targets and SDGs. Environmental Research Letters, 16(5).
International Work Group for Indigenous Affairs. (2021). The Indigenous World 2021: Papua. https://www.iwgia.org
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia. (2022). Laporan status hutan Indonesia 2022. https://www.menlhk.go.id
Kings, A. E. (2017). Intersectionality and the changing face of ecofeminism. Ethics and the Environment, 22(1), 63–87.
Gonsalves, L., & Kambuaya, M. (2020). Peran perempuan adat Papua dalam pelestarian hutan dan pengetahuan lokal. Warta Lingkungan Papua, 6(1), 22–30. https://baktinews.bakti.or.id/artikel/relasi-perempuan-adat-dengan-alam-di-tanah-papua
Justin, M., & Menon, N. (2022). Reimagining environmental governance through intersectional ecofeminism. Journal of Environmental Studies and Sciences, 12(4), 501–514.
Perdu Manokwari. (2021). Paralegal lingkungan: Penguatan perempuan adat dalam perlindungan wilayah hidup di Papua Barat [Laporan Program]. https://perdu.or.id
Intaning, S. (2019). Diskursus teori tentang peran perempuan dalam konflik agraria. BHUMI Jurnal Agraria dan Pertanahan, 5(1), 70–73.
Simarmata, R., & Indrawati, D. (2022). Aksi iklim dan masyarakat adat: Jalan menuju keberlanjutan (hlm. 75–90). Jakarta: Pustaka Iklim Nusantara.
Suarapapua. (2021). Lindungi perempuan adat pembela HAM dan lingkungan di Tanah Papua. Suara Papua. https://suarapapua.com/2021/11/28/lindungi-perempuan-adat-pembela-ham-dan-lingkungan-di-tanah-papua
The Gecko Project & Mongabay. (2021). Tanah Papua: The forest, the people, and the palm oil threat. https://thegeckoproject.org
UNDP Indonesia. (2019). Gender assessment of REDD+ in Papua Province. United Nations Development Programme.
Shiva, V. (1997). Biopolitics: A feminist critique. Dalam M. Mies & V. Shiva (Eds.), Ecofeminism (hlm. 66–81). London: Zed Books.
Whitten, T., Mustafa, M., & Henderson, G. (2002). The ecology of Papua: Part one. Periplus Editions.
Yayasan Pusaka. (2022). Krisis tanah ulayat dan ketimpangan gender di Papua: Studi kasus perempuan Malind dan Auyu. https://pusaka.or.id
Yayasan Pusaka. (2023). Memastikan hak perempuan adat dalam proses FPIC di Papua. https://pusaka.or.id
















