Globalisasi dan Desentralisasi dalam Permasalahan Pembangunan di Papua Barat Daya
DOI:
https://doi.org/10.55352/josh.v4i02.1896Keywords:
Decentralization, Globalization, Special AutonomyAbstract
The expansion of provincial boundaries in 2022 gave rise to a new and youngest province, namely West Papua, with its capital in Sorong. Law No. 20 of 2001 granted Papua broader authority in the implementation of Special Autonomy. It explicitly states that the people of Papua and West Papua are entitled to equitable development. However, alongside the development of globalization, widespread economic development aimed at improving welfare does not necessarily align with policies that should enhance the standard of living for the people of Papua. Instead, it has led to the exploitation of natural resources and failed to improve the quality of life for the Indigenous Papuan People (OAP) because industrial development is driven by large corporations. This paper aims to analyze the interconnection between globalization and decentralization in line with the implementation of Special Autonomy in West Papua. The perspective of globalization refers to economic liberalization in decentralization to analyze development issues in West Papua by examining foreign and domestic investment as threats to the welfare of the indigenous Papuan community. The implementation of decentralization through Special Autonomy over the past twenty-three years, particularly for the Indigenous Papuan people, has not had a significant impact on sustainable development, especially regarding natural resources. The central government's policy through the Job Creation Law aims to expand foreign investment without considering the land rights and customary rights of the Indigenous Papuan people in West Papua.
References
Ambo Klagilit. (2023, January 23). KEK Menjadi Ancaman Bagi Masyarakat Adat Moi di Sorong. https://laolao-papua.com/2023/01/24/kek-menjadi-ancaman-bagi-masyarakat-adat-moi-di-sorong/. Diakases 5 Jnauari 2025.
Asiedu, E., & Gyimah-Brempong, K. (2008). The Effect of the Liberalization of Investment Policies on Employment and Investment of Multinational Corporations in Africa.
Badan Pusat Statistik Papua Barat. (2024). persentase-penduduk-miskin-papua-barat-daya-maret-2024sebesar-18-1. In Laporan BPS (Issue Sosial).
Barat, B. P. S. P. P. B. (n.d.). Statistik Industri Besar dan Sedang Provinsi Papua-Barat 2019. CV.Nario Sari.
RENCANA STRATEGIS DPMPTSP2023 - 2026, (2023).
Dwi Urip Premono, Y. M. (2023). Kabupaten Sorong Kepempinan Ala Penjabat Bupati Sorong Wujudkan Sorong sebagai Rumah Kebhinekaan Miniatur Indonesia Timur. P3ISIP.
Ghasemi, H. (2010). Globalization and International Relations: Actors Move from Non-cooperative to Cooperative Games. Jurnal Global Dan Strategis, 4(1), 1–13.
Greenpeace. (2022, December 19). Kekayaan Alam Melimpah, Kutukan atau Anugerah bagi Tanah Papua? Https://Www.Greenpeace.Org/Indonesia. https://www.greenpeace.org/indonesia/siaran-pers-2/55951/kekayaan-alam-melimpah-kutukan-atau-anugerah-bagi-tanah-papua/
Hasibuan, S. N. (2022). Special Autonomy in Papua and West Papua: An Overview of Key Issues. Bestuurskunde: Journal of Governmental Studies, 2(2), 145–158. https://doi.org/10.53013/bestuurskunde.2.2.145-158
Jurado, I., & León, S. (2021a). Economic globalization and decentralization: A centrifugal or centripetal relationship? Governance, 34(3), 665–686. https://doi.org/10.1111/gove.12496
Jurado, I., & León, S. (2021b). Economic globalization and decentralization: A centrifugal or centripetal relationship? Governance, 34(3), 665–686. https://doi.org/10.1111/gove.12496
Kajian Eksternal, L., & Yayasan Econusa oleh Tim Remdec. (2022). BACA ULANGINDONESIA TIMUR:YAYASAN ECONUSASITUASI TANAH PAPUA DANKEPULAUAN MALUKU TERKINI.
Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara Dan Reformasi Birokrasi (PANRB). (2022). Provinsi Papua Barat Daya Diresmikan, Indonesia Sekarang Miliki 38 Provinsi. https://www.menpan.go.id/site/berita-terkini/berita-daerah/provinsi-papua-barat-daya-diresmikan-indonesia-sekarang-miliki-38-provinsi
Kornprobst, M., & Paul, T. V. (2021). Globalization, deglobalization and the liberal international order. International Affairs, 97(5), 1305–1316. https://doi.org/10.1093/ia/iiab120
Lambelanova, R., Ip, S., Si, M., Jaelani, R., Stp, S., & Tr, M. I. P. (2022). Paradigma Baru Desentralisasi Asimetris di Indonesia (Issue Politik pemerintahan).
Lili Handayani. (2024, May 30). Smelter Nikel Pertama di Sorong akan Segera Dibangun. Https://Nikel.Co.Id/2024/05/30/Smelter-Nikel-Pertama-Di-Sorong-Akan-Segera-Dibangun/ .
Lusia Arumingtyas. (2019, June 3). Masyarakat Moi Kelim Bergantung Hidup dari Alam. https://www.mongabay.co.id/2019/06/03/masyarakat-moi-kelim-bergantung-hidup-dari-alam
Ni’matul Huda. (2014). Desentralisasi Secara Umum dan Desentralisasi Asimteris di Indonesia. Nusamedia .
Noverius Laoli. (2024, July 7). Perusahaan Kelapa Sawit Masuk, Masyarakat Papua Minta Perlindungan Hutan Adat Artikel ini telah tayang di Kontan.co.id dengan judul “Perusahaan Kelapa Sawit Masuk, Masyarakat Papua Minta Perlindungan Hutan Adat”, Klik untuk baca: https://regional.kontan.co.id/news/perusahaan-kelapa-sawit-masuk-masyarakat-papua-minta-perlindungan-hutan-adat . . Https://Regional.Kontan.Co.Id/News/Perusahaan-Kelapa-Sawit-Masuk-Masyarakat-Papua-Minta-Perlindungan-Hutan-Adat.
Otonomi Khusus Dan Kutukan Sumber Daya Alam Papua Laporan Ini Merupakan Hasil Kerjasama Indef Dengan Greenpeace Indonesia. (N.D.).
Reiner Brabar. (2024, June 5). Seribu Pohon Sagu di Sorong Digusur Demi Menanam Kelapa Sawit. Https://Suarapapua.Com/2024/06/05/Seribu-Pohon-Sagu-Di-Sorong-Digusur-Demi-Menanam-Kelapa-Sawit/.
Safril Mubah, A. (2015). Isu-isu Globalisasi Kontemporer. Graha Ilmu: Yogyakarta. Graha Ilmu.
Stallings, B. (2001). Globalization and Liberalization: The Impact on Developing Countries. macroeconomía del desarrollo.
Surya Dua Artha Simanjutak. (2022, July). Sejarah Pemekaran Papua: Dulu Irian Jaya Kini Punya 5 Provinsi Artikel ini telah tayang di Bisnis.com dengan judul “Sejarah Pemekaran Papua: Dulu Irian Jaya Kini Punya 5 Provinsi.” Kabar24.Bisnis.Com.
Tatang Mulyana Sinaga. (2022, January 8). Papua, Benteng Kita yang Tersisa . Https://Www.Kompas.Id/Baca/Ilmu-Pengetahuan-Teknologi/2022/01/08/Papua-Benteng-Kita-Menjaga-Hutan-Indonesia.
Salinan Perdano.2 ttg Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah-Gabungan, 317 (2024).
Watubun, K. (2023). Undang-Undang Otonomi Khusus bagi Provinsi Papua dan Peraturan Pelaksanaanya. 1, 1,2 &7.
Yuvensius Lasa Banafanu. (2024, May 17). PBD susun strategi kelola potensi SDA dongkrak pertumbuhan ekonomi. Www.Antaranews.Com/. https://www.antaranews.com/berita/4108920/pbd-susun-strategi-kelola-potensi-sda-dongkrak-pertumbuhan-ekonomi
Ambo Klagilit. “KEK Menjadi Ancaman Bagi Masyarakat Adat Moi Di Sorong.” https://laolao-papua.com/2023/01/24/kek-menjadi-ancaman-bagi-masyarakat-adat-moi-di-sorong/, January 23, 2023.
Asiedu, Elizabeth, and Kwabena Gyimah-Brempong. “The Effect of the Liberalization of Investment Policies on Employment and Investment of Multinational Corporations in Africa,” 2008.
Badan Pusat Statistik Papua Barat. “Persentase-Penduduk-Miskin-Papua-Barat-Daya-Maret-2024sebesar-18-1.” Laporan BPS. Papua Barat Daya, July 1, 2024.
Barat, Badan Pusat Statistik Provinsi Papua Barat. Statistik Industri Besar Dan Sedang Provinsi Papua-Barat 2019. Manokwari: CV.Nario Sari, n.d.
Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Sorong. RENCANA STRATEGIS DPMPTSP2023 - 2026 (2023).
Dwi Urip Premono, Yusuf Mujiono. Kabupaten Sorong Kepempinan Ala Penjabat Bupati Sorong Wujudkan Sorong Sebagai Rumah Kebhinekaan Miniatur Indonesia Timur. Sorong: P3ISIP, 2023.
Ghasemi, Hakem. “Globalization and International Relations: Actors Move from Non-Cooperative to Cooperative Games.” Jurnal Global Dan Strategis 4, no. 1 (2010): 1–13.
Greenpeace. “Kekayaan Alam Melimpah, Kutukan Atau Anugerah Bagi Tanah Papua?” https://www.greenpeace.org/indonesia, December 19, 2022. https://www.greenpeace.org/indonesia/siaran-pers-2/55951/kekayaan-alam-melimpah-kutukan-atau-anugerah-bagi-tanah-papua/.
Hasibuan, Sarah Nita. “Special Autonomy in Papua and West Papua: An Overview of Key Issues.” Bestuurskunde: Journal of Governmental Studies 2, no. 2 (November 2022): 145–58. https://doi.org/10.53013/bestuurskunde.2.2.145-158.
Jurado, Ignacio, and Sandra León. “Economic Globalization and Decentralization: A Centrifugal or Centripetal Relationship?” In Governance, 34:665–86. Blackwell Publishing Ltd, 2021. https://doi.org/10.1111/gove.12496.
Kajian Eksternal, Laporan, and Yayasan Econusa oleh Tim Remdec. “BACA ULANG TIMUR:YAYASAN ECONUSA TANAH PAPUA DAN MALUKU TERKINI,” 2022.
Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara Dan Reformasi Birokrasi (PANRB). “Provinsi Papua Barat Daya Diresmikan, Indonesia Sekarang Miliki 38 Provinsi,” 2022. https://www.menpan.go.id/site/berita-terkini/berita-daerah/provinsi-papua-barat-daya-diresmikan-indonesia-sekarang-miliki-38-provinsi.
Kornprobst, Markus, and T. V. Paul. “Globalization, Deglobalization and the Liberal International Order.” International Affairs 97, no. 5 (2021): 1305–16. https://doi.org/10.1093/ia/iiab120.
Lambelanova, Rossy, S Ip, M Si, Riyan Jaelani, S Stp, and M I P Tr. Paradigma Baru Desentralisasi Asimetris Di Indonesia, 2022.
Lili Handayani. “Smelter Nikel Pertama Di Sorong Akan Segera Dibangun.” https://nikel.co.id/2024/05/30/smelter-nikel-pertama-di-sorong-akan-segera-dibangun /, May 30, 2024.
Lusia Arumingtyas. “Masyarakat Moi Kelim Bergantung Hidup Dari Alam,” June 3, 2019. https://www.mongabay.co.id/2019/06/03/masyarakat-moi-kelim-bergantung-hidup-dari-alam/ .
Ni’matul Huda. Desentralisasi Secara Umum Dan Desentralisasi Asimteris Di Indonesia. Yogyakarta: Nusamedia , 2014.
Noverius Laoli. “Perusahaan Kelapa Sawit Masuk, Masyarakat Papua Minta Perlindungan Hutan Adat Artikel Ini Telah Tayang Di Kontan.Co.Id Dengan Judul ‘Perusahaan Kelapa Sawit Masuk, Masyarakat Papua Minta Perlindungan Hutan Adat’, Klik Untuk Baca: Https://Regional.Kontan.Co.Id/News/Perusahaan-Kelapa-Sawit-Masuk-Masyarakat-Papua-Minta-Perlindungan-Hutan-Adat. .” https://regional.kontan.co.id/news/perusahaan-kelapa-sawit-masuk-masyarakat-papua-minta-perlindungan-hutan-adat , July 7, 2024.
“Otonomi Khusus Dan Kutukan Sumber Daya Alam Papua Laporan Ini Merupakan Hasil Kerjasama INDEF Dengan Greenpeace Indonesia,” n.d.
Reiner Brabar. “Seribu Pohon Sagu Di Sorong Digusur Demi Menanam Kelapa Sawit.” https://suarapapua.com/2024/06/05/seribu-pohon-sagu-di-sorong-digusur-demi-menanam-kelapa-sawit/ , June 5, 2024.
Safril Mubah, Ahmad. Isu-Isu Globalisasi Kontemporer. Graha Ilmu: Yogyakarta. Yogyakarta: Graha Ilmu, 2015.
Stallings, Barbara. “Globalization and Liberalization: The Impact on Developing Countries. Macroeconomía Del Desarrollo.” Santiago, December 2001.
Surya Dua Artha Simanjutak. “Sejarah Pemekaran Papua: Dulu Irian Jaya Kini Punya 5 Provinsi Artikel Ini Telah Tayang Di Bisnis.Com Dengan Judul ‘Sejarah Pemekaran Papua: https://kabar24.bisnis.com/read/20220701/15/1550012/sejarah-pemekaran-papua-dulu-irian-jaya-kini-punya-5-provinsi .July 2022.
Tatang Mulyana Sinaga. “Papua, Benteng Kita Yang Tersisa .”, https://www.kompas.id/baca/ilmu-pengetahuan-teknologi/2022/01/08/papua-benteng-kita-menjaga-hutan-indonesia. January 8, 2022.
Walikota Sorong Provinsi Papua Barat Daya. Salinan Perdano.2 ttg Rencana Pembangunan Jangka anjang Daerah-Gabungan (2024).
Watubun, Komarudin. “Undang-Undang Otonomi Khusus Bagi Provinsi Papua Dan Peraturan Pelaksanaanya” 1 (2023): 1,2 &7.
Yuvensius Lasa Banafanu. “PBD Susun Strategi Kelola Potensi SDA Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi.” www.antaranews.com/, May 17, 2024. https://www.antaranews.com/berita/4108920/pbd-susun-strategi-kelola-potensi-sda-dongkrak-pertumbuhan-ekonomi
















