Dynamics of Land Ownership Rights in the Perspective of Indonesian Agrarian Law in the Perspective of Legal Certainty and Social Justice
DOI:
https://doi.org/10.55352/josh.v4i02.2021Keywords:
Land ownership rights, Agrarian, Agrarian lawAbstract
Land ownership rights are the strongest, fullest, and hereditary form of land rights in the Indonesian agrarian law system as regulated in the Basic Agrarian Law (UUPA) Number 5 of 1960. In its development, land ownership rights have experienced various dynamics influenced by legal, social, and economic factors. Changes in land-related regulations, such as the influence of the Job Creation Law and agrarian reform policies, have greatly affected land ownership and use in Indonesia. In addition, various problems such as legal uncertainty, agrarian conflicts, overlapping ownership, and land mafia practices have further complicated land ownership rights. Therefore, this study aims to analyze land ownership rights from the perspective of Indonesian agrarian law, examine the development of regulations related to land ownership, and identify challenges in the protection and implementation of land ownership rights. The analysis uses a normative juridical method with a statute approach and a conceptual approach. The legislative approach examines various regulations governing land ownership rights, including UUPA, Government Regulation Number 24 of 1997 concerning Land Registration, and other land policies. Meanwhile, the conceptual approach is used to understand the basic principles of agrarian law and its relevance in protecting land ownership rights. The research is supported by a literature study of various legal sources, such as academic journals and books related to land law. With this approach, this research is expected to provide a more comprehensive understanding of the dynamics of land ownership rights in the Indonesian agrarian legal system, as well as contribute to more equitable and sustainable land policy development.
References
Abraham, R. (2017). Kajian Yuridis Peralihan Hak Milik Atas Tanah Dalam Perspektif Hukum Islam. Lex Privatum, 5(1).
Ardani, M. N. (2019). Tantangan pelaksanaan kegiatan Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap dalam rangka mewujudkan pemberian kepastian hukum. Gema Keadilan, 6(3), 268-286.
Atikah, N. (2022). Kedudukan Surat Keterangan Tanah sebagai Bukti Kepemilikan Hak Atas Tanah dalam Sistem Hukum Pertanahan Indonesia. Notary Law Journal, 1(3), 263-289.
Bimantara, A. (2024). Politik hukum pertanahan dalam upaya penyelesaian sengketa pertanahan di Indonesia. Jurnal Cahaya Hukum Nusantara, 1(1), 1-10.
Djadjuli, D. (2018). Peran pemerintah dalam pembangunan ekonomi daerah. Dinamika: Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Negara, 5(2), 8-21.
Kaunang, M. C. (2016). Proses Pelaksanaan Pendaftaran Tanah Menurut Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 1997. Lex Crimen, 5(4).
Kolopaking, A. (2021). Penyelundupan Hukum Kepemilikan Hak Milik Atas Tanah di Indonesia. Bandung: Penerbit PT Alumni.
Kurniati, N. (2016). MEDIASI-ARBITRASE” UNTUK PENYELESAIAN SENGKETA TANAH. Sosiohumaniora, 18(3), 197-207.
Luvianti, T. &. (2023). Perlindungan Hukum Bagi Pemilik Tanah yang Tumpang Tindih (Overlapping) Kepemilikan (Studi Putusan Mahkamah Agung Nomor 221 PK/PDT/2014). UNES Law Review, 6(2), 5076-5083.
Manoppo, R. A. (2021). Kajian Yuridis Sertifikat Tanah Sebagai Jaminan Dalam Perjanjian Kredit. Lex Privatum, 9(3).
Nathania, N. R. (2024). Solusi Mengatasi Krisis Tanah Dan Pentingnya Pendaftaran Tanah Di Indonesia Dalam Mewujudkan Kepastian Hukum. Management, Economics, Trade, and Accounting Journal (META-JOURNAL), 2(2), 45-52.
Pansariang, J. S. (2014). Proses dan syarat untuk memperoleh hak milik atas tanah di indonesia. Lex Privatum, 2(3).
Patahuddin, M. K. (2023). Pengaturan Terhadap Peralihan Hak Milik Atas Tanah Melalui Jual Beli Tanah Menurut Uu No. 5 Tahun 1960 Tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria. Lex Administratum, 11(1).
Permadi, I. (2024). Kejahatan Mafia Tanah sebagai Ancaman Penguasaan Tanah yang Berkepastian Hukum. Perspektif Hukum, 1-25.
Permatadani, E. &. (2021). Kepemilikan Tanah Bagi Warga Negara Asing Ditinjau Dari Hukum Tanah Indonesia. Khatulistiwa Law Review, 2(2), 348-358.
Pewista, I. &. (2013). Faktor dan pengaruh alih fungsi lahan pertanian terhadap kondisi sosial ekonomi penduduk di kabupaten bantul. kasus daerah perkotaan, pinggiran dan pedesaan Tahun 2001-2010. Jurnal Bumi Indonesia, 2(2), 78219.
Rajab, R. A. (2020). Sertifikat Hak Atas Tanah Dalam Kepastian Hukum Pendaftaran Tanah. Notarius, 13(2), 642-654.
Rejekiningsih, T. (2016). Asas fungsi sosial hak atas tanah pada negara hukum (suatu tinjauan dari teori, yuridis dan penerapannya di indonesia). Yustisia, 5(2), 298-325.
Sari, I. (2020). Hak-hak atas tanah dalam sistem hukum pertanahan di Indonesia menurut Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA). Jurnal Mitra Manajemen, 9(1).
Sukmawati, P. D. (2022). Hukum Agraria Dalam Penyelesaian Sengketa Tanah Di Indonesia. Jurnal Ilmu Hukum Sui Generis, 2(2), 89-102.
Supriyono, S. &. (2024). Eksplorasi Filosofis Mengenai Dasar Pembuktian Hak Tanah Dalam Hukum Agraria Indonesia. Journal of Innovation Research and Knowledge, 4(4), 2359-2366.
Timpua, G. T. (2022). Sertifikat Hak Milik Atas Tanah Bagi Warga Negara Indonesia Berdasarkan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 Tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria. Lex Crimen, 11(3).
Trisno, N. B. (2025). Urgensi Pembaharuan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria. Al Qodiri: Jurnal Pendidikan, Sosial Dan Keagamaan, 22(3), 319-327.
















