Analisis Yuridis Pengalihan Status Kepemilikan dan Pengelolaan Pelabuhan dari Pemerintah Pusat ke Pemerintah Provinsi (Studi Kasus Pada Pelabuhan Dawi-Dawi Kabupaten Kolaka)
DOI:
https://doi.org/10.55352/josh.v4i01.2132Keywords:
Port, Authority, DecentralizationAbstract
This study aims to analyze port management authority after its delegation from the central government to regional government, and to examine its legal implications on the management and development of Dawi-Dawi Port in Southeast Sulawesi. The research uses a normative-empirical approach by examining statutory regulations and their implementation in practice. The findings indicate that although the transfer of authority is normatively regulated by Law Number 23 of 2014, its implementation faces structural, administrative, and normative obstacles. The incomplete process of asset and personnel transfer, the disharmony of sectoral regulations, and institutional resistance have resulted in a duality of authority between central and regional governments. The implications include not only inefficiency in port governance and development but also legal uncertainty that may harm the public and weaken regional administrative performance. This research recommends regulatory harmonization, institutional restructuring, and acceleration of authority transfer procedures based on legal certainty and service effectiveness.
References
Adithya, M. R., & Santoso, A. B. (2024). Status Hak Pengelolaan Dalam Hukum Tanah Nasional Dalam Kaitannya Dengan Kepemilikan Barang Milik Negara. Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and Advanced, 2(4), 793–802. https://doi.org/10.61579/future.v2i4.260.
Anggriawan, T., Susilo, S., & Prasetyia, F. (2025). Does Indonesian Fiscal Decentralization Lead to Local-Central Fiscal Dependency?. Jurnal Ilmiah Administrasi Publik, 11(1), 117-125. https://doi.org/10.21776/ub.jiap.2025.011.01.11
Apriani, D. D., Fadjrin W. P., Bambang S., & Surnata. (2021). Disharmoni politik hukum pengelolaan pelabuhan dalam peraturan perundang-undangan pelayaran. Jurnal Indonesia Sosial Sains, 2(10), 1682–1690. https://doi.org/10.59141/jiss.v2i10.449
Arifin, F. (2024). Analisis terhadap kebijakan pemerintah dalam mengatur urusan pemerintahan daerah: resistensi birokrasi dan persoalan transisi ASN. Jurnal Progresif Hukum, 18(2), 150–170. https://doi.org/10.33019/progresif.v18i2.5541
Dalla, A. Y., & Hutabarat, F. N. (2018). Tumpang Tindih Kewenangan Pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus Batam. Matra Pembaruan: Jurnal Inovasi Kebijakan, 2(2), 139-148. https://doi.org/10.21787/mp.2.2.2018.139-148
Dharmawati. T & Muhardiana W.O., (2024). The Role of Fiscal Decentralization in Enhancing Regional Financial Independence in Indonesia. Journal of International Multidisciplinary Research, 2(12):241-252. https://doi.org/10.62504/jimr1107
Fredy Patantan, dkk. (2025). Analisis Implementasi Kebijakan Pembagian Kewenangan Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota dalam Pengelolaan Pelabuhan: Studi Kasus Pelabuhan Tengkayu I, Kota Tarakan. Ganaya Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora. 8(2):270-282, https://doi.org/10.37329/ganaya.v8i2.4109
Geraldi Fauzi, M. A., & Erliyana, A. (2023). Kompetensi mengadili Peradilan Tata Usaha Negara terhadap gugatan perbuatan melanggar hukum oleh badan dan/atau pejabat pemerintahan (Onrechtmatige Overheidsdaad). UNES Law Review, 6(2), 4357–4371. https://doi.org/10.31933/unesrev.v6i2.1273
Hado, Ilham, V. A. ., Aldinoman, & Satyadharma, M. (2024). Mekanisme Collaborative Governance dalam Pengelolaan Pelabuhan Nambo Kabupaten Buton (Tinjauan Deskriptif). Arus Jurnal Sosial Dan Humaniora, 4(3), 1401–1409. https://doi.org/10.57250/ajsh.v4i3.683
Hudjolly. (2023). Tinjauan Pelaksanaan Pengalihan Personil, Pembiayaan Sarana dan Prasarana, dan Dokumen (P3D) berdasarkan Undang Undang No. 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah: Studi Kasus Pengambilalihan Aset Blok J Pemkot Tegal oleh Provinsi Jawa Tengah. Jurnal Hukum dan HAM Wara Sains, 2(7), 577–598. https://doi.org/10.58812/jhhws.v2i07.559
Indra, M., & Fauzan, F. (2023). The Importance of Structuring Relationships Between Local Governments and Business Entities in The Perspective of State Administrative Law in Batam City, Riau Islands. Jurnal IUS Kajian Hukum Dan Keadilan, 11(1), 126-139. https://doi.org/10.29303/ius.v11i1.1146
Lathifah, H., Frinaldi, A., Magriasti, L., & Naldi, H. (2024). Transformasi Kebijakan Desentralisasi Di Indonesia Dan Implikasinya Terhadap Stabilitas Pemerintahan Daerah Di Era Globalisasi. Professional: Jurnal Komunikasi Dan Administrasi Publik, 11(2), 577-584.
Muluk, M. R. K. (2021). Systematic literature review on asymmetric decentralization. BISNIS & BIROKRASI: Jurnal Ilmu Administrasi Dan Organisasi, 28(2), 96-106. https://doi.org/10.20476/jbb.v28i2.1036
Mustajib & Aditya Perdana. (2022). Konflik Kepentingan Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara dan Kota Tarakan Pasca Pemekaran Daerah: Studi Tentang Konflik Aset Pelabuhan Tengkayu I dan Tengkayu II. Vox Populi, 5(1). https://doi.org/10.24252/vp.v5i1.29289
Pratiwi, S. A., Arfah, W. L., & Sianturi, S. (2024). Analysis of the relationship between the concept of onrechtmatige overheidsdaad and maladministration practices in public services in Indonesia. Veteran Law Review, 7(1), 1–8. https://doi.org/10.35586/velrev.v7i1.5745
Priyambodo, P. (2017). Operasionalisasi Pelabuhan Pengumpul dan Pengumpan di Provinsi Jawa Timur. Jurnal Penelitian Transportasi Laut, 19(2), 99-114.
Puriningsih, F. S. (2016). Peningkatan Peran Partisipasi Swasta dan Pemerintah Daerah Dalam Pengelolaan Pelabuhan Tanjung Batu di Propinsi Bangka Belitung. Jurnal Penelitian Transportasi Laut, 18(2).
Putri, I. A. L., & Abdi, N. S. (2021). Kebijakan sinkronisasi dan harmonisasi regulasi melalui pembentukan kementerian legislasi pemerintah di Indonesia. Ahmad Dahlan Legal Perspective, 1(1). 36-46. https://doi.org/10.12928/adlp.v1i1.3573
Sakdiyah, H. (2025). Efektivitas Otonomi Daerah dalam Mewujudkan Tujuan Negara: Tinjauan Kritis Desentralisasi di Indonesia. Jurnal Pendidikan Sosial Indonesia, 3(1), 1-11. https://doi.org/10.62238/jupsi.v3i1.191
Sitompul, P. H., Nasution, M., & Harianto, D. (2020). Perlindungan hukum tentang pengembangan pelabuhan di daerah sesuai UU Pelayaran dan UU Pemerintahan Daerah. Arbiter: Jurnal Ilmiah Magister Hukum, 2(2), 132–147. https://doi.org/10.31289/arbiter.v2i2.129
Suwanan, A. F., & Sulistiani, E. H. (2019). Fiscal decentralization and regional disparities in Indonesia: A dynamic panel data evidence. Journal of Indonesian Economy and Business, 24(3), 328-336. https://doi.org/10.22146/jieb.6310
Syabri, I., & Widyanarko, P. A. (2017). Economic Contribution of Regional Feeder Ports to The Local Economy In Indonesia. TEKNIK, 38(1), 6-12. https://doi.org/10.14710/teknik.v38i1.15408
Zaenuddin, M., Kumorotomo, W., & Erlangga, I. (2024). Institutional Failures in Decentralization: Insight from Batam, Indonesia. JKAP (Jurnal Kebijakan dan Administrasi Publik), 28(1), 78-90.
















