PENEGAKAN PIDANA HIDUP BERSAMA DILUAR PERNIKAHAN IMPLIKASI HUKUM TERHADAP KEABSAHAN PERNIKAHAN TIDAK TERCATAT
DOI:
https://doi.org/10.55352/josh.v5i01.2647Keywords:
criminal enforcement, cohabitation outside marriage, religious marriageAbstract
This study analyzes the criminal enforcement of Article 412 of Law Number 1 of 2023 on the Indonesian Criminal Code (KUHP) concerning cohabitation outside marriage. The central issue is the ambiguity in applying this provision to siri marriages that are religiously valid but administratively unregistered under Indonesian marriage law. Using a normative juridical approach with grammatical, systematic, and teleological interpretation, this study finds that Article 412 fails to distinguish between pure cohabitation and siri marriage as a form of living law. This legal inconsistency undermines legal certainty and grants excessive judicial discretion, potentially leading to disparities in court decisions. The criminalization of such conduct also raises concerns regarding civil status, inheritance rights of children, and the constitutional right to privacy. Based on Ashworth’s Test of Criminalization, the enforcement of Article 412 is disproportionate and inconsistent with the harm principle and the doctrine of ultima ratio.
References
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), 2023
Sindonews. (2026). Pasangan kumpul kebo terancam pidana di KUHP baru. https://nasional.sindonews.com/read/1662555/13/pasangan-kumpul-kebo-terancam-pidana di-kuhp-baru-1767438096
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 1974,1974
Mahkamah Agung RI. 2024. Dilema kohabitasi dalam KUHP baru: Ruang tafsir hakim. Marinews Mahkamah Agung. https://marinews.mahkamahagung.go.id/artikel/dilema kohabitasi-dalam-kuhp-baru-ruang-tafsir-hakim-0IL
Lembaga Bantuan Hukum Pengayoman Universitas Katolik Parahyangan. (2025, November 27). Problematika kriminalisasi kohabitasi dalam KUHP baru. https://lbhpengayoman.unpar.ac.id/problematika-kriminalisasi-kohabitasi-dalam-kuhp baru/
Kompas. (2026, January 4). Apakah nikah siri tinggal serumah termasuk kumpul kebo dan bisa dipidana. https://www.kompas.com/tren/read/2026/01/05/093000765/apakah-nikah-siri tinggal-serumah-termasuk-kumpul-kebo-dan-bisa-dipidana
Kontan. (2026, January 2). Hidup serumah tanpa nikah kini berisiko dipenjara, ini aturan lengkapnya. https://nasional.kontan.co.id/news/hidup-serumah-tanpa-nikah-kini-berisiko dipenjara-ini-aturan-lengkapnya
Reformasi KUHP. (2024). Modul KUHP 2023 - Tindak pidana kohabitasi [E-book]. https://reformasikuhp.org/data/wp-content/uploads/2024/03/E-book-Modul-Kohabitasi.pdf
Hukumonline. (2025, August 31). KUHP nasional berlaku 2026, kohabitasi resmi jadi tindak pidana. https://www.hukumonline.com/berita/a/kuhp-nasional-berlaku-2026--kohabitasi resmi-jadi-tindak-pidana-lt68b4e48306475/
Jurnal TLR. (2026). Kohabitasi dan hukum pidana baru https://jurnal.untan.ac.id/index.php/tlr/article/download/87017/75676606692
Ashworth, A. (2009). Principles of criminal law (6th ed.). Oxford University Press. Indonesia
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 1989 tentang Peraturan Perundang undangan, Pasal 1 angka 1.
Feinberg, J. (1984). The moral limits of the criminal law (Vol. 1). Oxford University Press.
Satjipto Rahardjo. (2006). Ilmu hukum. Citra Aditya Bakti.
Jimly Asshiddiqie. (2010).Konstitusi dan ketatanegaraan. Sinar Grafika.
Sambas, N,,& Mahmud, A. (2019). Perkembangan Hukum Pidana : Asas-Asas dalam RKUHP.PT.Refika Aditama
Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHP) Tahun 2012, Pasal 484.
Kompilasi Hukum Islam (KHI), Pasal 279, Keputusan Presiden RI No. 1/M Tahun 1991.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, Pasal 42.

















