KEPAILITAN SEBAGAI INSTRUMEN PENGEMBALIAN KEKAYAAN: STUDI LITERATUR TERHADAP HUKUM KEPAILITAN DI INDONESIA
DOI:
https://doi.org/10.55352/josh.v5i01.2654Keywords:
Bankruptcy, Bankruptcy Chamber, Asset RecoveryAbstract
Bankruptcy is a legal instrument designed to collectively resolve debt disputes through a mechanism for managing and liquidating the assets of bankrupt debtors. Normatively, bankruptcy law in Indonesia aims to ensure the return of bankrupt debtors' assets to creditors in a fair, proportional, and legal manner. However, in practice, the effectiveness of bankruptcy as an asset recovery instrument still faces various obstacles. This study aims to analyze bankruptcy as an asset recovery instrument from the perspective of bankruptcy law in Indonesia and identify gaps between normative objectives and its implementation in practice. This study uses a normative legal research method with a literature review approach, through an examination of relevant laws and regulations, legal doctrine, and previous research findings. The results indicate that although bankruptcy law has a comprehensive normative framework, the effectiveness of asset recovery in bankrupt debtors is still hampered by legal and non-legal factors, such as asset complexity, limited asset tracing, curator professionalism, and inconsistent judicial practices. Therefore, strengthening the implementation of bankruptcy law is necessary so that it can function optimally as a creditor protection instrument and support a healthy business climate.
References
Alaysia, A. N., Al Jawi Putri, P., & Setiawati, D. (2025). Hukum Kepailitan dalam Perwujudan Perlindungan Hukum bagi Debitor. Jurnal Pendidikan Tambusai.
Aprita, S., & Mulkan, H. (2025). Masa Depan Kepailitan dan PKPU di Indonesia dalam Kaitannya dengan Urgensi Revisi UU Kepailitan dan PKPU. UNES Law Review.
Arsana, C. Y., Abuhuraera, S., & Pasamai, S. (2025). Efektivitas pengurusan dan pemberesan harta pailit yang dilakukan oleh kurator dalam perkara kepailitan. Journal of Lex Generalis (JLG).
Ashshiddiq Prawirawinata, R. M. F. (2025). Kepailitan sebagai Ultimum Remedium Penyelesaian Utang Piutang. Amandemen: Jurnal Ilmu Pertahanan, Politik dan Hukum Indonesia, 2(4), 91–104.
Fadilah, S. L., Gultom, E., & Sudaryat. (2021). Distribusi harta pailit dalam perspektif keadilan bagi kreditor. Jurnal Yudisial, 14(1), 45–62.
Fuady, M. (2017). Hukum pailit dalam teori dan praktik. Bandung: Citra Aditya Bakti.
Gurning, D. F., Panjaitan, H., & Jayadi, H. (2025). Juridical analysis of the role of bankruptcy curators in settling corporate insolvency with illiquid assets in Indonesia. International Journal Of Humanities Education and Social Sciences.
Indonesia. (2004). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 37 Tahun 2004 tentang Kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang. Jakarta: Sekretariat Negara.
Marzuki, P. M. (2021). Penelitian hukum (Edisi revisi). Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
Mertokusumo, S. (2019). Penemuan hukum: Sebuah pengantar. Yogyakarta: Cahaya Atma Pustaka.
Pandiangan, R. (2022). Diskrepansi sita umum kepailitan dengan sita pidana dihubungkan dengan pemberesan harta pailit yang mengandung unsur pidana. Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK, 4(5), 4047–4060.
Pratama, B. (2020). Kedudukan kreditor dalam kepailitan ditinjau dari asas keadilan dan kepastian hukum. Jurnal Yudisial, 13(2), 189–206
Pratama, B. (2025). Kepailitan dalam putusan hakim ditinjau dari perspektif hukum formil dan materil. Jurnal Yudisial, 7(2),
Saija, R. (2025). Problematika implementasi eksekusi harta pailit oleh kreditur separatis dan kurator perspektif keadilan. KANJOLI Business Law Review.
Sjahdeini, S. R. (2016). Hukum kepailitan: Memahami Undang-Undang Nomor 37 Tahun 2004 tentang Kepailitan. Jakarta: Pustaka Utama Grafiti.
Soekanto, S., & Mamudji, S. (2019). Penelitian hukum normatif: Suatu tinjauan singkat (Cetakan ke-19). Jakarta: RajaGrafindo Persada.
Sutedi, A. (2018). Hukum kepailitan. Jakarta: Ghalia Indonesia.

















