FORMULASI DELIK MABUK DALAM KUHP BARU (UU NO. 1 TAHUN 2023) DAN QANUN ACEH NOMOR 6 TAHUN 2014: SUATU KAJIAN KOMPARATIF
DOI:
https://doi.org/10.55352/josh.v5i02.3216Keywords:
Criminal Law, Intoxication, Indonesian Penal Code (KUHP) 2023, Qanun Jinayat, Comparative LawAbstract
This research analyzes the formulation of criminal offenses related to intoxication under Law No. 1 of 2023 on the Indonesian Penal Code (KUHP) and the concept of jarimah syurb al-khamr in Aceh Qanun No. 6 of 2014 within Islamic criminal law (fiqh jinayah). This normative legal study employs statutory, conceptual, and comparative approaches through library research and qualitative-descriptive analysis. The findings reveal a fundamental divergence between the two legal systems. The KUHP adopts a public order approach that criminalizes intoxication only when it causes public disturbance or endangers others, whereas the Aceh Qanun criminalizes the consumption of alcohol itself based on a moral-religious paradigm. These differences extend to the elements of the offense, evidentiary standards, and types of sanctions, fines and imprisonment under the KUHP versus flogging under the Qanun Jinayat. Nevertheless, both systems share the objective of protecting public welfare and reject the elimination of criminal responsibility for intoxicated offenders through the doctrine of actio libera in causa. This study concludes that these differences reflect weak legal pluralism and divergent punitive paradigms rather than an absolute contradiction. Therefore, national criminal law policy should consider integrating preventive principles from Islamic criminal law through stronger non-penal measures while adhering to human rights principles and the national legal framework.
References
Al-afify, H. Z., & Firmansyah, M. (2025). Penerapan qanun jinayat di Aceh. Al-Tarbiyah: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam, 3(1), 188–197. https://doi.org/10.59059/al-tarbiyah.v3i1.1956
Amnesty International. (2013, July 31), Indonesia: Human Rights Committee makes recommendations on civil and political rights (Public Statement Index No. ASA 21/026/2013). https://www.amnesty.org/ar/wp-content/uploads/2021/06/asa210262013en.pdf
Ardelia, S. F. I., & Arifin, T. (2025). Hukuman cambuk peminum khamar dalam perspektif hadis Ibnu Umar dan Pasal 175 KUHP Islam di Aceh. Demokrasi: Jurnal Riset Ilmu Hukum, Sosial dan Politik, 2(2). https://doi.org/10.62383/demokrasi.v2i2.881
Astuti, D., Halisa, N., Sari, R., & Lahmudinur. (2025). Sanksi jarimah minum khamer dalam perspektif hukum pidana Islam: Kajian normatif. Ahsan: Jurnal Ilmiah Keislaman dan Kemasyarakatan, 2(2), 273–282. https://www.jurnal.pustari.com/index.php/ahsan/article/view/75
Aswarudian. (2021). Hukuman had bagi pelaku peminum khamr (studi komparatif pemikiran Imam Abu Hanifah dan Imam Asy-Syafi’i). Skripsi, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau. https://repository.uin-suska.ac.id/34915/1/GABUNGAN%20SKRIPSI%20KECUALI%20BAB%20IV.pdf
Azhara, S., Fajrillah, U. H., Husna, L., Daulay, S. S., & Harahap, A. G. (2025). Analisis hukum konsumsi khamr dan dampak terhadap kesehatan manusia dalam perspektif fiqih jinayah dan maqāṣid al-syarīʿah. Al Wasith: Jurnal Studi Hukum Islam, 10(1), 176–198. https://jurnal.unugha.ac.id/index.php/wst/article/view/1677
Bello, P. C. (2024). Perlukah kriminalisasi terhadap perilaku amoral? Perdebatan Patrick Devlin dan H.L.A. Hart. Jurnal Hukum To-ra: Hukum Untuk Mengatur dan Melindungi Masyarakat, 10(2), 372-389. https://doi.org/10.55809/tora.v10i2.378
Belo, A. B., Marwiyah, S., & Aribawa, M. Y. (2026). Pertanggungjawaban terdakwa dalam kecelakaan lalu lintas (studi putusan No. 156 K/Pid/2024). Journal of Artificial Intelligence and Digital Business (RIGGS), 5(1), 657–663. https://doi.org/10.31004/riggs.v5i1.6241
Cristina, J., & Manalu, I. (2025). Analisis peran alat bukti dan keterangan saksi dalam menentukan keputusan pengadilan pidana. Jurnal Kajian Hukum dan Kebijakan Publik, 3(1), 245–263. https://jurnal.kopusindo.com/index.php/jkhkp/article/view/1204
Hikmah, N., Rosmita., & Syahriani, E. (2025). Analisis kaidah Dar’u al-Ḥudūd bi al-Syubuhāt dalam kasus perzinahan menurut ijtihad ‘Umar bin al-Khaṭṭāb. AL-FIKRAH: Jurnal Kajian Islam, 2(1), 109-129. https://doi.org/10.36701/fikrah.v2i1.2419
Hofifah, & Saifuddin. (2023). Qanun Aceh dalam sistem tata hukum di Indonesia: Kedudukan, fungsi dan perbedaannya dengan Perda Syari’at Islam. Staatsrecht: Jurnal Hukum Kenegaraan dan Politik Islam, 3(1). https://doi.org/10.14421/0wse5233
Irfan, H. M. N., & Masyrofah. (2013). Fiqh jinayah. Amzah. https://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/51021
Kawakib, K., Syuhud, H., & Yusuf, Y. (2021). Sadd al-dzari’ah sebagai hukum Islam: Studi komparatif Ibnu Al-Qayyim Al-Jauziyah dan Ibnu Hazm. Al-Bayan: Jurnal Hukum Islam, 4(1), 78–104. https://doi.org/10.35132/albayan.v4i1.103
Maulana, F. A., Adawiah, R., & Rizki, M. (2026). Analisis yuridis pengaturan sanksi jarimah khamr dalam Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014. Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan, 16(3), 45–67. https://cibinstitute.id/index.php/causa/article/view/5335/4716
Nadha, A. Q. (2025). Pertanggungjawaban atas perbuatan pidana dalam keadaan tidak sadar karena alkohol: Pendekatan teori kesalahan dan pertanggungjawaban. Global Research and Innovation Journal (GREAT), 1(2), 136-144. https://journaledutech.com/index.php/great/article/view/126
Nazurullah, R. (2022). Aspek-aspek penegakan tindak pidana hukum progresif (Studi sosiologi hukum pandangan Satjipto Rahardjo). Jurnal Hukum dan Pembangunan Ekonomi, 10(1), 78-90. Retrieved from https://jurnal.uns.ac.id/hpe/article/view/62839/pdf
Panjaitan, A. A. M., Vidia, F. B. A., Siringoringo, R. E., & W, Y. Y. (2024). Pengaruh alkohol sebagai pemicu tindak pidana: Implikasi terhadap pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan. Politika Progresif: Jurnal Hukum, Politik dan Humaniora, 1(3), 38-47. https://doi.org/10.62383/progres.v1i3.410
Pramana, O. M. Y. (2023). Prinsip cedera dalam hubungan kebebasan dan otoritas menurut John Stuart Mill. Jurnal Dekonstruksi, 9(4), 33–44. https://repo.driyarkara.ac.id/1251/
Pemerintah Daerah Aceh. (2013). Peraturan Daerah Aceh Nomor 7 Tahun 2013 tentang Hukum Acara Jinayat. Banda Aceh: Pemerintah Aceh. https://jdih.acehprov.go.id/dih/detail/fe938c25-dc87-4d28-a6aa-1df884784289
Pemerintah Daerah Aceh. (2014). Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayat. Banda Aceh: Pemerintah Daerah Aceh. https://jdih.acehprov.go.id/dih/detail/ec8f0212-141a-490f-9ddc-259db635f2d0
Pemerintah Kota Banda Aceh. (2025). “Kasus Pelanggaran Syariah di Banda Aceh Menurun.” Diskominfo Banda Aceh. https://diskominfo.bandaacehkota.go.id/2025/01/14/kasus-pelanggaran-syariah-di-banda-aceh-menurun/ Diakses 21 Juni 2026.
Pemerintah Pusat Indonesia. (1981). Undang-Undang (UU) Nomor 8 Tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1981 Nomor 76, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3209. https://peraturan.bpk.go.id/Details/47041/uu-no-8-tahun-1981
Pemerintah Republik Indonesia. (2023). Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2023 Nomor 1, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6842. Retrieved from https://peraturan.bpk.go.id/Details/234935/uu-no-1-tahun-2023
Rahmawati, Y. P., Khosim, A., & Najmudin, D. (2025). Penerapan Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 tentang hukum jinayat terhadap pelaku minum khamr perspektif hukum pidana Islam. Maqasid: Jurnal Studi Hukum Islam, 14(2), 129–140. https://doi.org/10.30651/mqs.v14i2.27088
Ramadhan, A. H., Baharudin, & Hesti, Y. (2024). Tinjauan yuridis terhadap pengaruh penggunaan minuman keras yang mengakibatkan kriminalitas (studi putusan Nomor: 264/Pid.B/2023/PN.Tjk). MOTEKAR: Jurnal Multidisiplin Teknologi dan Arsitektur, 2(1), 70–79. https://doi.org/10.57235/motekar.v2i1.2174
Faiqah, R., Melayu, H. A., & Umur, A. (2025). Implementasi Qanun No 6 Tahun 2014 pada WH (Wilayatul Hisbah) dalam pencegahan pelanggaran di Kota Banda Aceh. Jurnal Cendekia, 5(2), 654-657. https://doi.org/10.51878/cendekia.v5i2.4855
Flambonita, S. (2021). The concept of legal pluralism in Indonesia in the new social movement. Jurnal Analisis Sosiologi, 10. https://jurnal.uns.ac.id/jas/article/view/45939
Rizal, M. C. (2018). Kebijakan kriminalisasi konsumsi minuman beralkohol di Indonesia / criminalization policies on consuming alcoholic beverages in Indonesia. Jurnal Hukum dan Peradilan, 7(1), 151–174. https://doi.org/10.25216/jhp.7.1.2018.151-174
Rizky, G. A., Mita, M., Hafifah, R., & Sukti, S. (2024). Minum khamer dalam perspektif hukum pidana Islam. TERANG: Jurnal Kajian Ilmu Sosial, Politik dan Hukum, 1(2), 205–214. https://doi.org/10.62383/terang.v1i2.218
Safitri, S. A. (2025). Keadilan restoratif sebagai paradigma baru dalam hukum pidana Indonesia. Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan, 16(1), 801–810. https://cibinstitute.id/index.php/causa/article/view/1314
Satria, J., Wijaya, A., & Sangalang, R. S. (2026). Politik hukum kriminalisasi mabuk yang mengganggu ketertiban umum dalam UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP. Journal of Innovative and Creativity (Joecy), 6(1), 9434–9446. https://joecy.org/index.php/joecy/article/view/7881
Toelle, M. H. (2014). Kriminalisasi ditinjau dari perspektif teori hukum pidana (Criminal law theory). Jurnal Refleksi Hukum, 8(2), 115-132. https://doi.org/10.24246/jrh.2014.v8.i2.p115-132
Zulfahmi, & Faisal, A. (2024). Telaah perbedaan pendapat empat imam mazhab mengenai hukuman bagi peminum minuman keras (Jarimah syurb al-khamr) dalam fiqh jinayat. Jurnal Cakrawala Inspirasi Edukatif, 2(1), 58–72. https://cakrawalainspirasiedukatif.id/index.php/jcie/article/view/32












