Peraturan Daerah Syariah dan Problem Dilematis

Authors

  • Siti Al Fiyah Institut Pesantren Sunan Drajat
  • Muhyidin Muhyidin Institut Pesantren Sunan Drajat Lamongan

DOI:

https://doi.org/10.55352/josh.v2i2.536

Keywords:

sharia regulations, autonomy, decentralized

Abstract

the results of the Reformation have made a fundamental change in the Indonesian constitutional system which initially adopted a centralized system to become decentralized. One of the effects of the implementation of the decentralization system in Indonesia is the emergence of Islamic regional regulations. Some of the contents of these Sharia Regional Regulations are contrary to the principles of human rights contained in the constitution. . In addition, this regulation appears to be related to the historicity of the implementation of Islamic Sharia in Indonesia since Islam entered the archipelago. Some of the contents of sharia regulations conflict with provisions in the principles of human rights both contained in human rights in an Islamic perspective and human rights contained in the Indonesian constitution. The main principle in Islamic teachings is the benefit of society which is contained in the Qur'an and Sunnah. Implementation of laws and regulations including regional regulations which are the lowest level in the hierarchy of laws and regulations must realize the main goal of the state, namely the protection of citizens' rights and in the concept of dusturiyah siyasah it is also stipulated that regulations must ensure the benefit of society as the main goal in Islamic nomocracy.

References

Abdurrahman, Dan Wahidin, Syamsul .1984. Perkembangan Ringkas Hukum Islam di Indonesia. Jakarta: Akademi Pressindo.

Anwar, M Syafei. 1995. Pemikiran dan Aksi Islam Indonesia: Sebuah Kajian tentang Cendekiawan Muslim Orde Baru, Jakarta: Paramadina.

Asshiddiqie, Jimly. 2010. Konstitusi dan Konstitusionalisme Indonesia. Jakarta: Sinar Grafika.

Azhari, M Tahir. 1992. Negara Hukum Suatu Studi tentang Prinsip-prinsipnya dilihat dari Segi Hukum Islam, Implementasinya pada Periode Negara Madinah dan Masa Kini, Jakarta: Bulan Bintang.

Azizy, A Qodri . 2002. Eklektisisme Hukum Nasional Kompetisi antara Hukum Islam dan Hukum Umum. Yogyakarta: Gama Media.

Dani, Muhtada. Perda Syariah di Indonesia: Penyebaran, Problem, dan Tantangannya, Disampaikan dalam orasi ilmiah dalam rangka Dies Natalis VII Fakultas Hukum Universitas Negeri Semarang pada tanggal 4 Desember 2014 di Semarang

Effendy, Bachtiar. 1998. Islam dan Negara; Transformasi Pemikiran dan Praktik Politik Islam di Indonesia, Jakarta: Paramadina.

Ghofur, Abdul. 2002. Demokratisasi dan Prospek Hukum Islam di Indonesia Studi Atas Pemikiran Gus Dur.Yogyakarta: Kerjasama Walisongo Press dengan Pustaka Pelajar.

Hanum,Colida,”Perda Syariah Perspektif Ketatanegaraan Dan Siyasah Dusturiyah”,(jurnal ilmu syariah dan hukum) Vol. 4, Nomor 2, 2019

Huda, Ni’matul. 2014. Perkembangan Hukum Tata Negara: Perdebatan dan Gagasan Penyempurnaan, Yogyakarta: FH UII Press.

International Crisis Group: “Islamic Law and Criminal Justice in Aceh” Asia Report Number 117 31 July 2006.

Madjid,Nurcholis, et.al. 1998. Menyegerakan Paham Keagamaan di Kalangan Umat Islam di Indonesia dalam Islam, Kemoderenan dan Keindonesiaan, Cetakan Kesebelas Bandung: Mizan.

Meuwisse. 2007. Pengembangan Hukum, Ilmu Hukum, Teori Hukum, dan Filsafat Hukum, terj. Meuwissen .Bandung: Refika Aditama.

Muhammad, Hussein. 2000. Islam dan Negara Kebanggaan; Tinjauan Politik, dalam Ahmad Suaedy, Pergulatan Pesantren dan Demokrasi. Yogyakarta; LKIS.

Na’imah, Hayatun,” Perda Berbasis Syariah Dan Hubungan Negara-Agama Dalam Perspektif Pancasila” Mazahib,Vol XV, No. 2 (Desember 2016)

Reinchaart, and Winston, Holt, Fazlur Rahman . (New York; Chichago, San Fransisco,1966)

Suntana, Ija. 2014. “Poitik Hukum Islam”. Bandung: CV Pustaka Setia.

Downloads

Published

2023-06-30

How to Cite

Peraturan Daerah Syariah dan Problem Dilematis . (2023). JOSH: Journal of Sharia, 2(02), 164-176. https://doi.org/10.55352/josh.v2i2.536