Sosialisasi Nilai-Nilai Kebangsaan Bagi Peserta Didik Di SMP Ahmad Dahlan Menanamkan Rasa Naionalislme
DOI:
https://doi.org/10.55352/keris.v5i2.2230Keywords:
sosialiasasi, Nilai-Nilai Kebangsaan, NasionalismeAbstract
Tantangan yang dihadapi oleh para pendidik di tingkat sekolah menengah pertama (SMP) untuk menanamkan rasa nasionalisme di kalangan peserta diidk diantaranya adalah minimnya pengetahuan peserta didik mengenai pancasila sebagai dasar filosofis bangsa, Padahal, nilai-nilai kebangsaan penulis anggap dapat menjadi sebuah suplemen atas kurangnya energi nasionalisme dalam diri peserta didik di SMP Ahmad Dahlan dilihat dari permasalahan periritas yang didapat dari hasil wawancara dengan peserta didik dan tenaga pengajar disekolah ini yaitu dapat dilihat dari dua aspek utama. Pertama, adanya krisis identitas yang ditandai dengan masih rendahnya kesadaran peserta didik terhadap isu-isu nasional yang berkaitan dengan persatuan bangsa, kebanggaan terhadap simbol kebangsaan, serta pemahaman mengenai peran generasi muda sebagai penerus cita-cita bangsa. Kedua, masih minimnya edukasi maupun kegiatan sekolah yang secara khusus menekankan pada penanaman nilai kebangsaan dan nasionalisme. Solusi yang diberikan adalah dengan melaksanakan sosialisasi mengenai penanaman nilai-nilai kebangsaan untuk menumbuhkan rasa nasionalisme.
Downloads
References
Andi Ariyadin Putra. (2017). Identifikasi aset sarana sanitasi dasar dengan pendekatan Asset Based Community Development (ABCD) di Desa Baruga Kecamatan Bontomanai Kabupaten Kepulauan Selayar. Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar.
Kiki Mega Sari. (2011). Analisis usaha pengolahan ikan asin di Kabupaten Cilacap. Universitas Sebelas Maret Surakarta.
Fitri, A., Anandito, R. B. K., & Siswanti. (2016). Penggunaan daging dan tulang ikan bandeng (Chanos chanos) pada stik ikan sebagai makanan ringan berkalsium dan berprotein. Jurnal Teknologi Hasil Pertanian, 9(2), 65–77.
Heruwati, E. S. (2002). Pengolahan ikan secara tradisional: Prospek dan peluang pengembangan. Jurnal Litbang Pertanian, 21(3), 92–99.
Kaseng, E. S., & Sulastry, T. (2017). IbM pindang manis dan pengawetan ikan mujair pada kelompok wanita nelayan di Kecamatan Tanete Rilau Kabupaten Barru. In Prosiding Seminar Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat (SNP2M) (pp. 288–291). Universitas Fajar Makassar.
Maulana, R. H., & Supriharjo, R. (2014). Merumuskan kriteria pengendalian lahan di area tambak Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik. Jurnal Teknik ITS, 3(2).
Mustaghfiroh, U. (2015). Studi kualitas air tanah dangkal untuk irigasi di Kecamatan Manyar Kabupaten Gresik. Swara Bhumi, 3(3), 51–58.
Rohman, M. F., Nashihin, Ulfa, M., & Shomad, H. A. (2025). Pendampingan mahasantri dalam meningkatkan pemahaman nahwu melalui program musyawarah. Jurnal Santri: Journal of Student Engagement, 4(2), 176–184. https://doi.org/10.55352/santri
Wayan, N. S. A., Darmawan, D. P., & Sarjana, R. (2017). Implementasi model pemberdayaan perempuan berbasis pengembangan industri rumah tangga spesifik lokal di Kabupaten Karangasem, Provinsi Bali. Jurnal Manajemen Agribisnis, 5(1), 93–102.
Yogiana, M. Y. (2012). Pengaruh pembangunan industri terhadap kondisi sosial ekonomi petani tambak di Kecamatan Manyar Kabupaten Gresik. Jurnal Mahasiswa, 3(2), 83–90.
Zainuddin, Z., Nasrullah, & Novita, D. (2017). Home industri abon ikan bandeng ‘Bolu’ Desa Soreang Kabupaten Takalar. In Prosiding Seminar Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat (SNP2M) 2017 (pp. 506–511). Universitas Fajar Makassar.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Andre Mustofa Meihan, Anny Wahyuni, Muhammad Adi Saputra, Yoan Mareta, Merci Robbi Kurniawanti

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

















