Pengembangan Model Bimbingan Kelompok Teknik Problem Solving Menggunakan Media TIK untuk Meningkatkan Self Management Siswa

Authors

  • Risatur Rofi'ah Institut Pesantren Sunan Drajat Lamongan

DOI:

https://doi.org/10.55352/bki.v1i2.98

Keywords:

Bimbingan Kelompok, Problem Solving, TIK, Self Management

Abstract

Belajar merupakan kegiatan yang paling pokok dalam proses pendidikan di sekolah. Ini berarti bahwa berhasil tidaknya pencapaian tujuan pendidikan banyak bergantung pada proses belajar. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi proses dan hasil belajar diantaranya Self management siswa yang kurang baik. Oleh sebab itu perlu di berikan strategi yang dirancang khusus melalui peran Bimbingan dan Konseling, yaitu dengan mengembangkan Model Bimbingan Kelompok dengan Teknik Problem Solving Menggunakan Media TIK untuk Meningkatkan Self Management.

Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) Mengetahui kondisi empiris pelaksanaan layanan bimbingan kelompok dan self management siswa, (2) Merumuskan model bimbingan kelompok dengan teknik problem solving menggunakan media TIK untuk meningkatkan self management siswa, (3) Mengetahui keefektifan model bimbingan kelompok dengan teknik problem solving menggunakan media TIK untuk meningkatkan self manajement siswa. Tahap-tahap penelitian ini adalah (1) kajian lapangan, (2) kajian teoretis, (3) penyusunan model hipotetik, (4) uji ahli (5) perbaikan model, (6) uji coba terbatas, (7) revisi dan perbaikan model. Subyek penelitiannya adalah 10 siswa kelas VII di SMPN 1 Lamongan yang ditentukan secara purposive random sampling.

Simpulan akhir dari penelitian ini adalah Model bimbingan kelompok dengan teknik problem solving menggunakan media TIK terbukti efektif meningkatkan self management. Hasil Uji Wilcoxon diperoleh nilai signifikan 0.005 < 0.05 yang berarti signifikan meningkatkan self management. Model ini berimplikasi terhadap upaya-upaya peningkatan self management. Untuk itu disarankan kepada guru BK sebagai praktisi dilapangan menggunakan Model Bimbingan Kelompok dengan Teknik Problem Solving Menggunakan Media TIK untuk Meningkatkan Self Management.

References

Al-Qur’an Mushaf dan Terjemah Khodijah oleh Kementrian Agama Republik Indonesia (KEMENAGRI), (Tanggerang: PT Panca Cemerlang), 2020.Abi Daud Sulaiman bin Asy'as as-Sijastani, Imam al-Hafiz. Sunan Abu Daud Juz 3, (Kairo: Dar al-Kutubal-Ilmiyah). 1992.Abdul Aziz El Qussy, Ilmu Jiwa: Prinsip-prinsip dan Implementasinya dalam Pendidikan, terj. Zakiah DaradjatJilid I, (Jakarta: Bulan Bintang, tt),Azhari, Akyas. Psikologi Umum dan Perkembangan, (Jakarta: Teraju,2004Bi’ah. Kombinasi Kecerdasan Intelektual dan Kecerdasan Spiritual dalam Pendidikan Era Global, Jurnal KHAZANAH: Vol. XII. No. 01 Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Antasari JalanAhmad Yani km. 4.5 Banjarmasin, Januari- Juni 2014.Brearly, Michael Emotional Intelligence in the Classroom Creative Learning Strategies for 11-18 Years Old, (Wales:Crown Publishing ng Ltd). 2001.Dio Martin, Anthony. Emotional Quality Management, (Jakarta: Arga) 2003.Fattah, Abdul. Pemikiran Muhammad Utsman Najati Tentang Kecerdasan Emosional dan Dampaknya TerhadapPendidikan Agama Islam. BS thesis. Jakarta: Fakultas Ilmu Tarbiyah Dan Keguruan UIN Syarif Hidayatullah. 2019Ginanjar Agustian, Ary. ESQ Power (Jakarta: Arga). 2004.Goleman, Daniel. Kecerdasan Emosi Untuk Mencapai Puncak Prestasi, (terj) alex Tri Kantjono Widodo(Jakarta: Gramedia Puskta Utama, Cet. IV) 2001.Goleman, Daniel. Emotional Intelligence, Mengapa EI Lebih Penting daripada IQ, terj. T.Hermaya, (Jakarta:Gramedia Pustaka). 2019.Goleman, Daniel. Emotional Intelegence, (Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama). 2015.Herwati, “Kecerdasan Intelektual (IQ), Kecerdasan Emosi (EQ) & Kecerdasan Spiritual (SQ)”.makalahdi sajikan pada seminar mata kuliah Filsafat Pendidikan Islam, tanggal 5 Agustus (Probolinggo: STAI Zainul Hasan), 2020.Ibn al-Hajaj Al-Qusyairi an-Naisaburiy, Al-Imam Abi al-Husain Muslim. Sahih Muslim, juz 2 (Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiyah). 1992.Ivan Riady, Integrasi Nilai-nilai Kecerdasan Emosional dalam Kurikulum Pendidikan Islam Perspektif Daniel Goleman, Jurnal STAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung, Juli-Januari 2014Utsman Najati, Muhammad. Belajar EQ dan SQ dari Sunnah Nabi, Terj. Irfan Salim, (Jakarta: Hikmah), 2005.Utsman Najati, Muhammad al-Qur'an dan Ilmu Jiwa, terj. Ahmad Rofi Usmani, (Bandung: Pustaka). 2012.Utsman Najati, Muhammad. Al-Hadīs an-Nabawiy wa ‘Ilm an-Nafs, (Beirut: Dar Asy-Syruruq). 2005. R.N.L Oriardian, Seni Penyembuhan Alami: Rahasia Penyembuhan Melalui Energi Ilahi, terj. Sulaiman al-Kumayi, (Bekasi: Gugus Press). 2002.Riyadi, Agus. "Bimbingan dan Konseling Islam dalam Mengatasi Krisis Spiritual Akibat Dampak Abad Modern(Studi Pada Lembaga Bimbingan dan Konsultasi Tasawuf Kota Semarang)." Konseling Religi: Jurnal Bimbingan Konseling Islam 9.1. 2018.Rohman, Anas. "Peran bimbingan dan konseling Islam dalam pendidikan." PROGRES (2016).Shapiro, Lawrence. Mengajarkan Emotional Intellegence pada Anak, terj. Alex Tri Kantjono, (Jakarta:Gramedia), 2003.Soleh, Harmathilda. "Do’a dan Zikir dalam Meningkatkan Kecerdasan Emosi." Psikis: Jurnal PsikologiIslami 2.1 (2016).

Downloads

Published

2021-10-01