Kajian Komparatif terhadap Perbedaan Dinamika Batas Usia dan Perizinan Perkawinan antara Indonesia dan Malaysia

Authors

  • Harish Faqihuddin Assahmi Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyah Imam Syafi'i
  • Raka Rahman Pangestu Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyah Imam Syafi'i Jember
  • Rayhan Rizwaantya Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyah Imam Syafi'i

DOI:

https://doi.org/10.55352/hki.v4i1.2538

Keywords:

Comparative Law, Minimum Marriage Age, Indonesia, Malaysia

Abstract

This study examines the comparative development of minimum marriage age regulations in Indonesia and Malaysia, with particular attention to the underlying reasons for legal reform and the mechanisms for granting permission for underage marriage. The research employs a normative legal research method using statutory and comparative law approaches. The data consist of secondary sources, including legislation, court decisions, academic books, journals, and other relevant legal materials. The findings reveal that Indonesia raised the minimum marriage age for both men and women to 19 years through Law Number 16 of 2019, following Constitutional Court Decision Number 22/PUU-XV/2017, which declared the previous age disparity discriminatory and contrary to the constitutional rights of children. In contrast, Malaysia’s initiative to raise the minimum marriage age for women was primarily driven by political commitments and pressure from women’s rights organizations and UNICEF, as reflected in the Pakatan Harapan coalition’s manifesto. Nevertheless, the implementation has been uneven due to the decentralized authority of Islamic family law at the state level. This study concludes that differences in legal structure, political dynamics, and institutional authority account for the varying pace and scope of minimum marriage age reforms in Indonesia and Malaysia.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Daradjat, Zakiah. dkk, 1995, Ilmu Fiqh Jilid 2, cet.ke-1, Yogyakarta: Dana Bhakti Wakaf.

Harahap, Yahya. 1957, Hukum Perkawinan Nasional, cet-ke.1, Medan: Zahir Traiding.

Harapan: Rebuilding Our Nation, Fulfilling Our Hopes (Manifesto Koalisi Pakatan Harapan). 2018. https://dl.dapmalaysia.org/repository/Manifesto_PH_EN.pdf. diakses pada 13 Desember 2025.

Harmonisation of Common Law and Shari’ah in Malaysia: A Practical Approach. 2018. https://www.malaysianbar.org.my/article/news/speeches/speeches/harmonisation-of-common-law-and-shari-ah-in-malaysia-a-practical-approach. diakses pada 14 Desember 2025.

Islamic Family Law (Federal Territories) Act 1984. http://jafbase.fr/docAsie/Malaisie/FamilleIslamique.PDF. diakses pada 13 Desember 2025.

Islamic Family Law (State of Selangor) (Amendment) Enactment 2018. https://www.mais.gov.my/wp-content/uploads/2020/10/ENAKMEN-UNDANG-UNDANG-KELUARGA-ISLAM-NEGERI-SELANGOR-PINDAAN-2018.pdf. diakses pada 13 Desember 2025.

Law Reform (Marriage and Divorce) Act 1976 [Act 164].

https://www.lawyerment.com/library/legislation/acts/1976/164/. diakses pada 13 Desember 2025.

List of Issues: Submission on Family Law and Muslim Women’s Rights in Malaysia. https://www.musawah.org/wp-content/uploads/2023/05/Submission-Malaysia.pdf. diakses pada 13 Desember 2025.

Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia. 2017. Putusan Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia Nomor 22/PUU-XV/2017.

Nasution, Khoiruddin. 2002, Status Wanita di Asia tenggara: Studi TerhadapPerundang-undangan Perkawinan Muslim Kontemporer di Indonesia dan Malaysia,cet.ke-1, Jakarta: INIS.

Peraturan Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2019 tentang Pedoman Mengadili Permohonan Dispensasi Kawin.

Putusan Pengadilan Agama Kraksaan Nomor 0127/Pdt.P/2021/PA.Kr. Penafsiran Makna “Alasan Sangat Mendesak” dalam Penolakan Permohonan Dispensasi Kawin.

Republik Indonesia. 1945. Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Pasal 27 ayat (1).

Republik Indonesia. 1974. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan.

Republik Indonesia. 2019. Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan.

Soewondo, Nani. 1984, Kedudukan Wanita Indonesia dalam Hukum dan Masyarakat,cet.ke-4. Jakarta: Ghalia Indonesia.

The Price of Piety. 2018. https://www.legal500.com/gc-magazine/feature/the-price-of-piety. diakses pada 14 Desember 2025.

Undang-undang ini mengalami pembaharuan pada tahun 1915 oleh negeri melayu bersekutu yang disahkan di Perak lewat Enakmen No. 2 Tahun 1915. Kemudian diperbaharui lagi pada tahun 1927 yang disebut The Muhammadan Marriage and Divorce Registration (Amandement) Enacment No. 1 Tahun 1927.

Usman, Rachmadi. 2006. Aspek-aspek Hukum Perorangan dan Kekeluargaan di Indonesia,cet.ke-1, Jakarta: Sinar Grafika.

Utami, D., & Hidayah, A. N. (2024). Perbandingan Kebijakan Hukum Terhadap Perkawinan Anak dari Perspektif Hukum Perkawinan di Indonesia dan Malaysia. Jurnal Hukum In Concreto, 3(1), 1–14.

Downloads

Published

2026-05-30

How to Cite

Kajian Komparatif terhadap Perbedaan Dinamika Batas Usia dan Perizinan Perkawinan antara Indonesia dan Malaysia. (2026). HOKI : Journal of Islamic Family Law, 4(1), 63-73. https://doi.org/10.55352/hki.v4i1.2538