Hubungan Intensitas Menonton Tayangan Kriminal di Sosial Media Terhadap Kenakalan Remaja (Bullying) di Kelas VIII-B MTs. Al-Muhtadi Sendangagung Paciran Tahun 2018
DOI:
https://doi.org/10.55352/kpi.v3i2.237Keywords:
Intensitas Menonton, Tayangan Kriminal, Sosial Media, BullyingAbstract
Kriminalitas atau kejahatan itu bukan merupakan peristiwa herediter (bawaan sejak lahir, warisan) juga bukan merupakan warisan biologis.[1] Hal-hal yang mendorong seseorang untuk melakukan kejahatan, yaitu ketidakmampuan menyesuaikan diri secara ekonomis (maladjustment) dan ambisi-ambisi yang tidak sesuai dengan kemampuan atau bisa disebut diskrepansi. Masyarakat modern yang sangat kompleks menumbuhkan aspirasi-aspirasi meteriil yang tinggi dan seringkali di sertai ambisi-ambisi sosial yang tidak sehat. Misalnya ketika seseorang menginginkan barang-barang branded seperti artis ibu kota namun tidak mampu untuk mencapainya dengan jalan yang wajar, maka hal ini akan mendorong seseorang untuk melakukan tindakan kriminal. Tindakan kriminal adalah tindakan yang melanggar aturan hukum dan norma-norma dalam masyarakat. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Bogdan dan Taylor mendefinisikan penelitian kualitatif sebegai penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati. Hasil penelitian menunjukkan bahwa intensitas menonton tayangan kriminal di media sosial siswa kelas VIII-B memiliki rasio atau tingkatan yang cukup tinggi. Berdasarkan penelitian bahwa setidaknya responden pernah menonton tayangan kriminal setidaknya satu kali dalam sehari, ketika satu kali sehari dilakukan secara terus menerus, berhari- hari maka intensitas akan berubah menjadi sering. Begitu pula keberminatan siswa terhadap pemakaian media sosial.
References
Amin, Samsul Munir. Bimbingan dan Konseling Islam. Jakarta: AMZAH. 2010.
Anugrahadi, Ady dan Andi Haryanto. Liputan6, diakses dari https://www.google.co.id/amp/s/m.liputan6.com/amp/3029069/farhan-mahasiswa-gunadarma-korban-bullying-angkat-bicara. 20 Juli 2017, 11:20
Arikunto, Suharsimi. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta. 2010
Attasasmita, Romli. Teori dan Kapita Selekta Kriminologi. Bandung: PT Rafika Aditama. 2007.
B, Coloroso. Stop Bullying. Jakarta: PT. Serambi Ilmu Semesta. 2007
Cahyono, Anang Sugeng. Pengaruh Media Sosial Terhadap Perubahan Sosial Masyarakat Indonesia. Jurnal Unita Vol.9 No.1. 2016.
Chakrawati, Fitri. Bullying Siapa Takut?. Solo: Tiga Ananda. 2015.
Geldard, Kathryn dan David Geldard. Konseling Remaja. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. 2011.
Https://pijarpsikologi.org/pelaku-bullying-sebenarnya-juga-korban10 Oktober 2018, 18:19
Kartono, Kartini. Patologi Sosial 2 Kenakalan Remaja. Jakarta: CV. Rajawali. 1998.
Khairuni, Nisa. Dampak Positif dan Negatif Sosial Terhadap Pendidikan Akhlak Anak. Jurnal Edukasi Vol.2 No.1. 2016
Kriyantono dan Rachmat. Teknik Praktis Riset Komunikasi. Malang: Prenada Media Group. 2009.
Lesmana, I Gusti Ngurah Aditya. Tesis: Analisa Pengaruh Media Sosial Twitter terhadap Pembentukan Brand Attachment. Program Magister Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Indonesia. 2012.
Mahari, Annisa Aulia. Hubungan Intensitas Menonton Tayangan Yuk Keep Smile dan Bentuk Prenatal Mediation dengan Perilaku Kekerasan yang Dilakukan Anak. Skripsi. 2014
Mappiare, Andi. Psikologi Remaja. Surabaya: Usaha Nasional. 1982.
Moleong, Lexy J., Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya. 2012.
Mustafa, Muhammad, Kriminologi. Jakarta: FISIP UI PRESS. 2007.
Prodjodikoro, Wirjono. Hukum Pidana Di Indonesia. Bandung: Repika Aditama. 2003.
Ningrum, Anindita Widya. Studi Tentang Perilaku Bullying di Sekolah Menengah Pertama Se-Kecamatan Prajurit Kulon Kota Mojokerto Serta Penanganan oleh Guru BK. Jurnal BK Unesa Vol.6 No.1.2006
Ratsja Putri, Wilga Secsio, dkk. Pengaruh Sosial Media Terhadap Perilaku Remaja. Prosiding KS: Riset & PKM. Jurnal Unpad Vol.3, No.1. 2016.
Saifullah, Fitrian. Hubungan Antara Konsep Diri dengan Bullying Pada Siswa-Siswi SMP. Ejournal Psikologi Vol.4 No.2. 2016.
Santoso, Topo dan Eva Achjani Zulfa. Kriminologi. Jakarta: Rajawali Pers. 2003.
Sarwono, Sarlito Wirawan. Psikologi Remaja. Jakarta: Raja Grafindo Persada. 2007.
Setiadi, Ahmad. Pemanfaatan Media Sosial Untuk Efektifitas Komunikasi. Ejournal BSI Vol.16 No.2. 2016.
Silalahi, Ulber. Metode Penelitian Sosial. Refika Aditama. 2009.
Soekanto, Soerjono. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Penegakan Hukum. Jakarta: Rajawali Pers. 1983.
Sudarsono, Etika Islam Tentang Kenakalan Remaja. Jakarta: PT. Rineka Cipta. 1991.
Sugiyono, Memahami Penelitian Kualitatif. Bandung: CV. Alfabeta. 2008.
Sukandarrumidi, Metodologi Penelitian Petunjuk Praktis Untuk Peneliti Pemula. Yogyakarta: Gajah Mada University Press. 2006.
Suprihatin, Bambang. Hubungan Intensitas Menonton Tayangan Kekerasan di Televisi dan Intensitas Pemberian Punishment dengan Perilaku Bullying di Kalangan Pelajar SMA. Journal of Educational, Health and Community Psychology Vol.1,No.1. 2012.
Tirmidzani, Astri. Upaya Menghindari Bullying pada Anak Usia Dini Melalui Parenting. Jurnal Pendidikan: Early Childhood Vol.2 No.1, Mei 2018
Yusuf, Husmiati dan Adi Fahruddin. Asesmen Multidimensi dan Intervensi Sosial. Jurnal Psikologi Undip Vol. 11 No.2, Oktober 2012.