“Jagongan Santri” Sebagai Metode Melatih Nalar Kritis dan Membentuk Karakter Santri Studi Kasus di Pondok Langgar Panggung Kiai Mastur Lamongan

Authors

  • Ahmad Maujuhan Syah

DOI:

https://doi.org/10.55352/kpi.v4i2.247

Keywords:

Jagongan Santri, Nalar Kritis, Karakter, Santri

Abstract

Metode dalam melatih nalar kritis santri tentu setiap pesantren akan berbeda. Salah satu yang kami amati adalah Pondok Pesantren Langgar Panggung Mbah Yai Mastur Lamongan. Di Pondok Pesanren tersebut ada sebuah rutinan yang diberi nama Jagongan Santri. Jagongan Santri ini adalah sebuah pertemuan antara santri dan pengasuh yang di dalamnya membahas tentang isu- isu yang sedang hangat saat itu. Jagongan di sini adalah sebuah bentuk komunikasi sosial. Komunikasi sosial adalah suatu proses interaksi dimana seseorang atau lembaga menyampaikan amanat kepada pihak lain supaya pihak lain dapat menangkap maksud yang dikehendaki penyampai. Tujuan dari peneltian ini adalah untuk memahami sebuah metode yang dikembangkan untuk melatih nalar kritis dan karakter para santri. Metode yang diterapkan dalam penelitian ini adalah kualitatif berupa studi kasus. Hasil dari penelitian adalah dialog yang dikemas dengan metode Jagongan nyatanya mampu membuat nalar kritis santri menjadi terasah. Mengomentari permasalahan yang terjadi dengan kajian-kajian ilmiah yang terarah. Kemudian melalui Jagongan pula karakter santri tebentuk. Santri memiliki karakter yang ajek, kokoh dalam memegang prinsip ketauhidan dan kewatadlu’an. Namun tetap terkesan santai dan tidak tergesa-gesa dalam memutuskan sesuatu.

References

Dirjen Pendidikan Tinggi Kemendiknas, Kerangka Acuan Pendidikan Karakter, 2010, h. 9 Jacub, HM. 1984. Pondok Pesantren dan Pembangunan Masyarakat Desa, Bandung:Angkasa. Kaelan, Metode Penelitian Kualitatif Interdisipliner, (Paradigma, Yogyakarta : 2012) hal. 5 Kamaruddin,Paradigma Kritis Ilmu Sosial Dan Komunikasi (Teori KritiLhokseumawe, 23 November 2013 (Diakses Pada Tanggal 23 November 2022) hal. 4-5 Liittlejohn, Stephen, (seventh ed), 2002, Theories of Human Communication, Wadworth: Albuquerque) s & Critical Discourse Analysis), hal. 207-208 Mangunsuwito, Kamus Lengkap Bahasa Jawa (Yogyakarta: Cendekia, 2017), 265. Mujtahid, Model ImplementasiPerkuliahan Pada Jurusan PAI-FITK UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Jurnal Ulul Albab, UIN Malang. No.2 th.2016. Pendidikan Karakter Melalui Pendekatan Terinteregasi Dalam Muzamil, Aktualisasi Nalar Kritis Di Pesantren : Sebuah Upaya Pengembangan Nilai Dan Ajaran Dalam KontKekinian, (Media Pendidikan Agama Islam, Vol. 1, No. 1, September 2014) hal. 52 Nawiroh Vera dan Doddy Wihardi, “JAGONGAN” SEBAGAI BENTUK KOMUNIKASI SOSIAL eks PADA MASYARAKAT SOLO DAN MANFAATNYA BAGI PEMBANGUNAN DAERAH, (Jurnal Ilmiah Komunikasi |MAKNA Vol. 2 no. 2, Agustus 2011-Januari 2012) hal.60 Nur Ainiyah, PEMBENTUKAN KARAKTER MELALUI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM, (Jurnal Al-Ulum, Volume. 13 Nomor 1, Juni 2013) hal. 53 Pupuh fathurohman, dkk, Pengembangan Pendidikan Karakter, (Bandung: PT Revika Aditama, 2013), hlm. 17. Rahardjo, M.Dawam.1985. Pergulatan Dunia Pesantren, membangun dari Bawah.Jakarta: P3M. Sugiyono, Metode Penelitian Kualitatif (Bandung : Alfabeta, 2017) hal. 3

Downloads

Published

2023-05-01