PENGEMBANGAN MODAL SOSIAL UNTUK MENDUKUNG PENANGGULANGAN KENAKALAN SISWA
Keywords:
Social Capital, Countermeasures, Student DelinquencyAbstract
This research aims to describe the forms and ways of dealing with student delinquency along with the use of social capital to support the way of dealing with student delinquency at MAN 1 GRESIK. The method used is a qualitative method. Research data was obtained through observation, interviews and documentation. The research results show that the dominant forms of delinquency include being late for school or class, not entering school without explanation, not wearing a uniform according to school regulations. Dealing with delinquency is carried out in preventive and repressive ways. Social capital is used to develop teachers' commitment to presenting a good personality to students, collaborating with students in maintaining a conducive learning atmosphere, providing deep understanding for students who violate, developing students' self-confidence, responsibility and honesty.
References
Aeni, K., Zamroni, Z., & Zuchdi, D. (2016). Pengembangan Modal Sosial dalam Pendidikan Karakter. Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi Dan Aplikasi, 4(1), 30-42.
Afandi, A. (2015). Relasi senior junior dalam tawuran antar pelajar (Doctoral dissertation, UIN Sunan Gunung Djati Bandung).
Ansori, R. A. M. (2017). Strategi Penanaman Nilai-Nilai Pendidikan Islam Pada Peserta Didik. Jurnal Pusaka, 4(2), 14-32.
Aswasulaskin (2014). Partisipasi masyarakat desa dalam peningkatan mutu sekolah. Pascasarjana Universitas Negeri Yogyakarta.
Denzin, K. N. & Lincoln S Y. (2009). Hand book of qualitative research. Terjemahan Dariyatno. Yogyakarta: Pustaka
Dwiningrum, S. I. A., Prihastuti, P., & Suwarjo, S. (2017). Social Capital and Resilience School For Disaster Mitigation Education In Yogyakarta Schools. Jurnal Kependidikan: Penelitian Inovasi Pembelajaran, 1(1), 84-99.
Efianingrum, A. (2016). Realitas Kekerasan Pelajar SMA di Kota Yogyakarta. In Proceedings of The Seminar Nasional: Meneguhkan Peran Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat Dalam Memuliakan Martabat Manusia, Yogyakarta.
Hanum, F., Rahmadona, S., & Ayriza, Y. (2016). Modal Sosial yang Dikembangkan Guru di Sekolah Berkualitas di Yogyakarta. Jurnal Kependidikan: Penelitian Inovasi Pembelajaran, 46(2), 233-245.
Hartinah, S. (2008). Perkembangan peserta didik. Bandung: PT. Refika Aditama.
Ikranagara, P. (2015). Pemberian Reward dan Punishment untuk Meningkatkan Kedisiplinan Siswa dalam Pembelajaran IPS Kelas V SD Negeri 1 Kejobong Purbalingga. BASIC EDUCATION, 4(2).
Masngudin, H. M. S. (2004). Kenakalan remaja sebagai perilaku menyimpang hubungannya dengan keberfungsian sosial keluarga. Jakarta: Penelitian Departemen Sosial
Miles, M. B., A. Michael Huberman., & Saldana, J. (2014). Qualitative data analysis. (Terjemahan). Jakarta : UI Press.
Miskiya, J. M. (2018). Pemanfaatan Nilai Toleransi dalam Babad Cirebon untuk Meningkatkan Kohesi Sosial Siswa. Sinau: Jurnal Pendidikan dan Humaniora, 3(2).
Mustari, M., & Rahman, M. T. (2011). Nilai karakter: refleksi untuk pendidikan karakter. Yogyakarta: Laksbang
Rahmawati, E. R. (2019). Analisis Modal Sosial pada Pelaksanaan Pendidikan di Sman Model Terpadu Bojonegoro. Paradigma: Jurnal Online Mahasiswa S1 Sosiologi UNESA, 5(3).
Riskinayasari, G. (2015). Kenakalan Remaja Ditinjau dari Konsep Diri dan Jenis Kelamin (Doctoral dissertation, Universitas Muhammadiyah Surakarta).
Sukitman, T. (2016). Internalisasi Pendidikan Nilai dalam Pembelajaran (Upaya Menciptakan Sumber Daya Manusia yang Berkarakter). Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar Ahmad Dahlan, 2(2), 85-96.
Sumara, D. S., Humaedi, S., & Santoso, M. B. (2017). Kenakalan Remaja Dan Penanganannya. Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, 4(2).
Supriatna, D. (2018). Meningkatkan Hasil Belajar Pendidikan Agama dan Budi Pekerti Melalui Model Pembelajaran Discovery Learning pada Siswa Kelas X-IPA di SMAN 5 Bekasi Tahun 2017/2018. Research And Development Journal Of Education, 5(1), 125-155.
Surbakti, E.B. (2008). Kenakalan orangtua penyebab kenakalan remaja. Jakarta: Gramedia.
Suwadi, S. (2015). Vitalisasi Sekolah Berbasis Modal Sosial (Studi Kasus Penguatan Sekolah melalui
Integrasi Modal Sosial dalam Kepemimpinan Sekolah di SMP Diponegoro Depok Sleman). Jurnal Pendidikan Agama Islam, 12(2), 121-139.
Tamayao, I. (2017). Efektifitas Metode Pendekatan Sosiologi Personal dalam Meminimalisasi
terhadap Kenakalan Remaja (Studi Di SMP Negeri 1 Boyolangu). Jurnal Rontal Keilmuan
Pancasila dan Kewarganegaraan, 3(2).
Utami, F. (2017). Implementasi Kebijakan Sekolah dalam Menanggulangi Kenakalan Remaja Di
Kota Yogyakarta. Spektrum Analisis Kebijakan Pendidikan, 6(1), 29-39.
Willis, S. (2008). Remaja & masalahnya. Bandung: Alfabeta
Wiyanto, W., & Husain, B. A. (2018). Model Implementasi Manajemen Kerjasama Untuk
Mencegah dan Meminimalisir Perkelaihan Antar Pelajar di Kecamatan Parung Kabupaten
Bogor. Integralistik, 29(2), 159-169.
Yunus, R. (2013). Transformasi Nilai-Nilai Budaya Lokal Sebagai Upaya Pembangunan
Menciptakan Sumber Daya Manusia yang Berkarakter). Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar
Ahmad Dahlan, 2(2), 85-96.














