| .: e-ISSN : 2776-8775 |
![]() |
| .: p-ISSN : 2775-829X |
![]() |
| .: Kebijakan & Prosedur :. |
| Tim Editorial |
| Peninjau |
|
Kebijakan Pelanggaran Etika Penelitian |
| Proses Tinjauan Sejawat |
| Etika Publikasi |
| Panduan Penulisan |
| Kebijakan Akses Terbuka |
| Hak Cipta & Lisensi |
| Pernyataan Akses Terbuka |
| Kebijakan Plagiarisme |
| Biaya Penulis |
| Kontak |
| .: Informasi :. |
| Untuk |
| Untuk Penulis |
| Untuk Pustakawan |
| .: Alat Bantu :. |
![]() |
![]() |
![]() |
| .: Indeks :. |
![]() ![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
| .: Komunitas :. |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
| .: Templat :. |
![]() |
| .: Pengunjung :. |
|
|
Kebijakan Koreksi
Kebijakan Koreksi, Expression of Concern, dan Retraksi
1. Tujuan dan Prinsip Umum
KILMATUNA: Journal of Arabic Education berkomitmen menjaga akurasi, transparansi, dan integritas rekam publikasi ilmiah. Apabila ditemukan kesalahan atau indikasi masalah pada artikel yang telah diterbitkan, jurnal akan mengevaluasi informasi yang tersedia dan menentukan tindakan editorial yang sesuai.
Tindakan editorial dapat berupa penerbitan koreksi (correction), pernyataan keprihatinan (expression of concern), atau retraksi (retraction). Pemilihan tindakan didasarkan pada sifat masalah, kekuatan bukti, dampaknya terhadap keandalan artikel, serta hasil pemeriksaan editor.
2. Koreksi (Correction)
Koreksi diterbitkan apabila ditemukan kesalahan dalam artikel yang telah dipublikasikan dan kesalahan tersebut perlu diperbaiki demi menjaga ketepatan informasi ilmiah, tetapi tidak mengharuskan artikel ditarik secara keseluruhan.
Kriteria penerbitan koreksi dapat mencakup:
- Kesalahan penulisan nama, afiliasi, atau informasi bibliografis yang berdampak pada ketepatan identitas atau pengindeksan.
- Kesalahan pada tabel, gambar, keterangan, angka, atau bagian teks yang dapat diperbaiki dan tidak merusak kesimpulan utama.
- Kekeliruan dalam kutipan, referensi, atau informasi pendukung yang perlu diperbaiki.
- Kesalahan lain yang dapat diverifikasi dan memerlukan pemberitahuan resmi kepada pembaca.
Editor menilai apakah kesalahan dapat diperbaiki tanpa mengubah keandalan utama hasil penelitian. Jika koreksi dapat dilakukan, jurnal menerbitkan pemberitahuan koreksi yang menjelaskan bagian yang salah, perbaikannya, dan alasan perubahan.
Pemberitahuan koreksi harus ditautkan dengan artikel asli. Versi artikel dapat diperbarui apabila diperlukan, dengan tetap memberikan keterangan yang jelas mengenai perubahan dan tanggal koreksi. Riwayat versi sebelumnya dipertahankan sesuai kemampuan sistem penerbitan jurnal.
3. Pernyataan Keprihatinan (Expression of Concern)
Expression of concern merupakan pemberitahuan editorial yang diterbitkan ketika terdapat indikasi masalah serius pada artikel, tetapi pemeriksaan belum menghasilkan kesimpulan yang memadai untuk menentukan apakah koreksi atau retraksi diperlukan.
Pernyataan ini dapat dipertimbangkan apabila:
- Terdapat dugaan pelanggaran etika atau masalah integritas data yang didukung informasi awal yang kredibel.
- Keandalan hasil atau kesimpulan artikel sedang diperiksa.
- Pemeriksaan membutuhkan waktu lebih lama karena memerlukan data tambahan, klarifikasi penulis, penilaian ahli, atau komunikasi dengan institusi terkait.
- Editor memiliki alasan yang dapat dipertanggungjawabkan untuk memberi tahu pembaca mengenai potensi masalah sebelum pemeriksaan selesai.
Sebelum menerbitkan expression of concern, editor menilai kecukupan dasar awal, tingkat risiko terhadap pembaca, dan kebutuhan akan pemberitahuan publik. Jika memungkinkan dan sesuai dengan proses pemeriksaan, penulis diberi kesempatan untuk menyampaikan tanggapan.
Pernyataan tersebut harus menjelaskan secara faktual alasan kekhawatiran, bagian yang sedang diperiksa, serta status pemeriksaan sejauh dapat diungkapkan. Pernyataan ini tidak boleh menyatakan bahwa pelanggaran telah terbukti apabila pemeriksaan belum menghasilkan kesimpulan.
Setelah pemeriksaan selesai, editor menentukan tindak lanjut yang sesuai, seperti tidak mengambil tindakan lebih lanjut, menerbitkan koreksi, atau melakukan retraksi. Jika diperlukan, jurnal memperbarui atau melengkapi pemberitahuan sebelumnya agar pembaca mengetahui hasil akhirnya.
4. Retraksi (Retraction)
Retraksi dilakukan apabila bukti yang tersedia menunjukkan bahwa artikel tidak dapat diandalkan secara substansial atau terdapat pelanggaran serius yang mengharuskan penarikan artikel dari rekam publikasi sebagai karya ilmiah yang dapat diandalkan.
Alasan retraksi dapat mencakup:
- Fabrikasi atau falsifikasi data yang memengaruhi hasil atau kesimpulan.
- Plagiarisme serius atau penggunaan materi secara tidak sah yang merusak integritas publikasi.
- Kesalahan metodologis atau analitis yang sangat mendasar sehingga hasil atau kesimpulan utama tidak dapat dipercaya.
- Publikasi duplikat yang tidak dapat dibenarkan menurut kebijakan etika publikasi.
- Pelanggaran etika penelitian yang serius, termasuk masalah persetujuan etik atau persetujuan partisipan apabila relevan.
- Manipulasi proses penelaahan atau pelanggaran publikasi lain yang secara material merusak integritas artikel.
Retraksi tidak semata-mata digunakan sebagai hukuman terhadap penulis. Tujuan utamanya adalah memberi tahu pembaca bahwa artikel yang bersangkutan tidak lagi dapat diperlakukan sebagai rekam ilmiah yang dapat diandalkan.
5. Proses Pemeriksaan dan Keputusan Editor
Keputusan untuk menerbitkan koreksi, expression of concern, atau retraksi dilakukan melalui proses yang terdokumentasi dan berbasis bukti.
Proses tersebut meliputi:
- Penerimaan informasi. Editor menerima laporan, menemukan kesalahan melalui pemeriksaan internal, atau memperoleh informasi dari pembaca, reviewer, penulis, maupun institusi terkait.
- Pemeriksaan awal. Editor mengidentifikasi masalah, menilai relevansi bukti, dan menentukan apakah diperlukan pemeriksaan lebih lanjut.
- Klarifikasi. Jika diperlukan, editor meminta penjelasan dari penulis dan bukti pendukung yang relevan. Editor dapat meminta masukan dari ahli independen atau berkomunikasi dengan institusi terkait.
- Penilaian bukti. Editor mempertimbangkan bukti yang tersedia, tanggapan pihak terkait, dampak masalah terhadap artikel, dan tingkat kepastian hasil pemeriksaan.
- Penetapan tindakan. Editor menentukan tindakan yang proporsional: koreksi, expression of concern, retraksi, atau tidak mengambil tindakan apabila bukti tidak mencukupi.
- Pemberitahuan dan dokumentasi. Jurnal memberi tahu pihak terkait sesuai kebutuhan, mendokumentasikan alasan keputusan, dan menerbitkan pemberitahuan editorial yang relevan.
Editor yang memiliki konflik kepentingan tidak boleh memutuskan perkara tersebut. Penanganan harus dialihkan kepada editor independen. Keputusan tidak boleh didasarkan semata-mata pada tuduhan yang belum diverifikasi atau pada penolakan penulis untuk menyetujui retraksi.
Jika penulis tidak menanggapi permintaan klarifikasi, editor dapat melanjutkan pemeriksaan berdasarkan bukti yang tersedia dan, apabila diperlukan, meminta bantuan institusi terkait. Ketiadaan tanggapan tidak dengan sendirinya membuktikan adanya pelanggaran.
6. Pelabelan Artikel dan Pemberitahuan Publik
Setiap tindakan editorial harus disampaikan secara jelas agar pembaca dapat mengenali status artikel.
- Artikel yang dikoreksi: pemberitahuan diberi judul yang jelas, misalnya Correction atau Corrigendum, dan ditautkan ke artikel asli. Artikel yang diperbarui harus mencantumkan informasi mengenai koreksi.
- Artikel dengan pernyataan keprihatinan: pemberitahuan Expression of Concern ditautkan ke artikel yang sedang diperiksa dan menjelaskan status masalah secara faktual.
- Artikel yang diretraksi: pemberitahuan Retraction diterbitkan secara terpisah, ditautkan ke artikel asli, dan memuat alasan retraksi serta informasi bibliografis yang diperlukan.
Pemberitahuan harus mudah ditemukan dan, apabila memungkinkan, memiliki metadata serta pengenal digital yang sesuai. Status artikel juga harus ditampilkan secara jelas pada laman artikel dan dalam berkas PDF atau format publikasi lain sejauh sistem jurnal memungkinkan.
7. Pemeliharaan Rekam Jejak Artikel yang Diretraksi
Artikel yang telah diretraksi tidak boleh dihapus begitu saja dari arsip jurnal hanya karena statusnya berubah. Jurnal mempertahankan rekam publikasi untuk menjaga transparansi, akuntabilitas, dan keterlacakan ilmiah.
Untuk artikel yang diretraksi, jurnal akan berupaya:
- Mempertahankan laman artikel asli dan informasi bibliografisnya.
- Memberikan label atau pemberitahuan retraksi yang terlihat jelas pada laman artikel.
- Menautkan pemberitahuan retraksi dengan artikel asli, dan sebaliknya.
- Menjelaskan alasan retraksi secara ringkas dan faktual tanpa mengungkapkan informasi rahasia yang tidak diperlukan.
- Mempertahankan keterlacakan melalui metadata dan pengenal digital yang tersedia.
- Memastikan status retraksi disampaikan kepada pengindeks atau layanan metadata terkait apabila mekanisme tersebut tersedia.
Berkas artikel asli dapat tetap tersedia untuk keperluan rekam ilmiah, tetapi harus disertai penandaan retraksi yang jelas agar tidak disalahartikan sebagai artikel yang masih dapat diandalkan. Pengecualian terhadap akses atau penayangan berkas hanya dilakukan jika terdapat alasan hukum, keamanan, privasi, atau alasan kuat lainnya, dengan tetap menjaga informasi bibliografis dan pemberitahuan status sejauh dimungkinkan.
8. Transparansi dan Kerahasiaan
Jurnal menyampaikan alasan tindakan editorial secara transparan dan proporsional. Dalam proses pemeriksaan, identitas pelapor, data pribadi, dokumen rahasia, dan informasi lain yang tidak relevan untuk konsumsi publik dilindungi sejauh dimungkinkan oleh ketentuan yang berlaku.
Pemberitahuan publik harus berfokus pada status artikel, alasan tindakan, dan informasi yang diperlukan pembaca untuk memahami dampaknya terhadap rekam ilmiah. Jurnal menghindari pernyataan yang bersifat menuduh atau menyimpulkan pelanggaran sebelum bukti memadai.
9. Komitmen Jurnal
KILMATUNA: Journal of Arabic Education berkomitmen menangani koreksi, expression of concern, dan retraksi secara adil, konsisten, dan berbasis bukti. Kebijakan ini diterapkan untuk memperbaiki kesalahan, memberi peringatan kepada pembaca ketika keandalan artikel sedang dipertanyakan, serta menjaga integritas dan keterlacakan rekam publikasi ilmiah.

















